Medan | EGINDO.co – Muhammadiyah Sumatera Utara, menggelar 1000 titik Salat Ed dan lebih 1000 ekor hewan kurban.
Sekretaris PW Muhammadiyah Sumatera Utara Irwan Syahputra MA menilai masyarakat sudah menyikapi perbedaan dengan bijak. Perbedaan dalam penetapan Hari Raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha yang terjadi sudah disikapi masyarakat dengan sangat bijak. Masyarakat kita sudah semakin dewasa dalam menyikapi banyak perbedaan itu.
Hal itu disampaikannya menanggapi perbedaan hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha 1444 Hjiriah, Kamis (29/6/2023) bersamaan dengan pemotongan hewan kurban yang dilaksanakan PWM Sumut di Jalan Demak Medan.
“Setelah kita ikuti prosesnya, Alhamdulillah tidak ada gesekan di akar rumput. Yang mau Idul Adha 28 Juni atau 29 Juni, semua berlangsung dengan baik dan aman,” kata Irwan Syahputra.
Kondisi itu katanya adalah modal yang besar bagi bangsa ini untuk terus melakukan fastabiqul khairat di tengah masyarakat. PW Muhammadiyah Sumatera Utara melakukan monitoring dan evaluasi suasana perbedaan hari raya baik Idul Fitri dan Idul Adha di Sumatera Utara. Seluruh daerah menyebutkan, suasana dua hari raya itu berlangsung dalam kondisi baik-baik saja.
Terkait pelaksanaan pemotongan hewan kurban, sesuai instruksi PP Muhammadiyah agar pemotongan dilaksanakan pada Kamis (29/6/2023) maka dibeberapa daerah Pimpinan Muhammadiyah menyikapinya dengan positif. Ada yang memotong tetap pada Rabu tapi kemudian ada juga yang mengubah hari pemotongan menjadi hari Kamis. Hal ini sesuai dengan kondisi dan kearifan lokal masing-masing daerah. Seperti yang dilakukan PW Muhammadiyah Sumatera Utara dan PC Muhammadiyah Medan Kota.
Irwan Syahputra kepada wartawan menjelaskan, Muhammadiyah di Sumatera Utara menggelar Salat Idul Adha dilebih dari 500 titik, sedangkan pelaksanaan pemotongan hewan kurban lebih dari 1000 ekor (sapi dan kambing).
“Kita bergembira pelaksanaan salat Idul Adha di Kota Medan saja lebih dari 75 titik dan seluruhnya dibanjiri jamaah salat Id. Di Binjai ada 28 titik pelaksanaan salat dan pemotong hewan kurban 148 ekor sapi dan 39 ekor kambing,” kata Irwan Syahputra menjelaskan.
Terkait kesadaran berkurban, Irwan Syahputra menyebut semakin meningkat. Itu bukti masyarakat semakin memiliki kesadaran untuk berkurban. Banyak cara yang dilakukan Pimpinan Muhammadiyah di Cabang dan Ranting untuk meningkatkan spirit berkurban.
Diantaranya dengan cara melakukan pola tabungan kurban. Membuka tabungan kurban adalah cara terbaik. Hal itu dilakukan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dimana seluruh pejabat dilingkunan Kampus UMSU melakukan tabungan kurban dengan pemotongan gaji mereka.
“Alhamdulullah, UMSU tahun ini bisa memotong kurban sebanyak 58 ekor sapi,” jelas Sekretaris PW Muhammadiiyah Sumut.
Disampaikan, beberapa cabang Muhammdiyah di Kota Medan yang melakukan pemotongan hewan dalam jumlah yang cukup besar antara lain, PC Muhammadiyah Tanjung Sari 46 ekor sapi, 23 kambing. Kemudian Ranting Muhammadiyah Medan Denai 20 ekor sapi, Cabang Muhammadiyah Medan Tembung 18 ekor sapi dan 2 ekor kambing, Cabang Muhammadiyah Perumnas IIÂ 34 ekor sapi, Cabang Muhammdiyah Durian 16 ekor sapi dan Cabang Muhammadiyah Belawan 12 ekor sapi.
Sementara itu PW Muhammadiyah Sumatera Utara menerima kiriman hewan kurban dari Kabareskrim Polri, Gubernur Sumut, Polda Sumatera Utara, DPW PAN Sumut dan Dedi Irawan, Wakil Ketua PP Pemuda Muhammadiyah. Pemotongan lima ekor sapi kurban belangsung Kamis (296) di Komplek Aisyiyah Sumatera Utara, Jalan Demak No.3 Medan.@
Rel/fd/timEGINDO.co