Jakarta|EGINDO.co PT MRT Jakarta kembali memperpanjang rekayasa lalu lintas di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, mulai Minggu, 25 Mei 2026 hingga 27 September 2026 sebagai bagian dari percepatan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A CP202. Kebijakan tersebut diperkirakan memengaruhi mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan perdagangan Harmoni hingga Kota.
Dalam skema lalu lintas terbaru, kendaraan dari Jalan Majapahit, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Ir. H. Juanda yang menuju Jalan Hasyim Ashari serta kawasan Kota dialihkan melalui Jalan Gajah Mada. Selama rekayasa berlangsung, Jalan Gajah Mada diberlakukan dua lajur untuk kendaraan pribadi, sementara sebagian ruas setelah persimpangan Jalan Hasyim Ashari diubah menjadi satu arah menuju Kota.
Corporate Secretary Division Head Ahmad Pratomo pada Selasa (19/5/2026) mengatakan, rekayasa lalu lintas dilakukan guna mendukung pekerjaan konstruksi Stasiun Harmoni yang meliputi penggalian, pembangunan stasiun bawah tanah, underpass, hingga akses pintu masuk stasiun.
Selain pembangunan Stasiun Harmoni, proyek CP202 juga mencakup pengerjaan stasiun bawah tanah Sawah Besar dan Mangga Besar beserta terowongan penghubung dari Harmoni menuju Mangga Besar. Meski ada pengalihan arus, jalur kendaraan dari Jalan Hayam Wuruk menuju Monas dipastikan tetap beroperasi normal.
Pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut telah dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama proyek berlangsung. Sejumlah media nasional seperti ANTARA dan Kompas.com turut menyoroti proyek ini karena dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan transportasi publik dan konektivitas ekonomi Jakarta. (Sn)