Momentum Buka Puasa Dorong Perputaran Ekonomi Sore Hari di Jakarta

ilustrasi
ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Ramadan selalu menghadirkan dinamika tersendiri bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Menjelang azan Magrib, denyut transaksi di berbagai sentra kuliner, pasar tradisional, hingga platform belanja daring meningkat signifikan seiring kebutuhan masyarakat menyiapkan hidangan berbuka.

Pada Senin, 23 Februari 2026, waktu Magrib di wilayah Kota Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu jatuh pada pukul 18.18 WIB. Momen ini menjadi penanda berakhirnya puasa sekaligus puncak aktivitas konsumsi harian selama Ramadan.

Berdasarkan jadwal resmi untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, waktu imsak di Kota Jakarta tercatat pukul 04.32 WIB, disusul Subuh 04.42 WIB. Adapun Zuhur berlangsung pada 12.10 WIB dan Asar pukul 15.18 WIB. Sementara itu, di Kabupaten Kepulauan Seribu, imsak dimulai pukul 04.33 WIB, Subuh 04.43 WIB, Zuhur 12.11 WIB, dan Asar 15.19 WIB. Kedua wilayah tersebut memiliki waktu berbuka yang sama, yakni pukul 18.18 WIB, dengan Isya pada 19.27 WIB.

Secara ekonomi, rentang waktu antara Asar hingga Magrib menjadi periode krusial bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pedagang takjil, makanan siap saji, serta minuman berbuka mencatat lonjakan penjualan harian dalam kurun kurang dari tiga jam. Fenomena ini turut menggerakkan sektor logistik, pembayaran digital, hingga layanan pesan-antar.

Pengamat ekonomi menilai Ramadan berperan sebagai katalis konsumsi rumah tangga, komponen terbesar dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Kenaikan permintaan terhadap bahan pangan, produk olahan, hingga kebutuhan rumah tangga musiman mendorong perputaran uang yang lebih cepat, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Di sisi lain, stabilitas harga bahan pokok tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah bersama otoritas terkait biasanya meningkatkan pengawasan distribusi untuk memastikan ketersediaan pasokan dan mengendalikan potensi lonjakan harga selama periode permintaan tinggi.

Dengan jadwal berbuka yang konsisten pada pukul 18.18 WIB hari ini, pelaku usaha di Jakarta dan Kepulauan Seribu memanfaatkan momentum tersebut untuk memaksimalkan penjualan sore hari. Ramadan pun kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai momentum spiritual, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi domestik yang signifikan. (Sn)

 

Scroll to Top