Modus Mengganti Plat Nomor Untuk Menghindari Gage Dan E-TLE

IMG_20230124_185300

Jakarta|EGINDO.co Ganjil – Genap adalah sistem pengendalian lalu lintas atau pembatasan lalu lintas dengan cara memberlakukan penggunaan kendaraan bermotor berdasarkan kalender Nasional. Tanggal genap diberlakukan Nomor Polisi Genap dan tanggal ganjil diberlakukan Nomor Polisi Ganjil.

Pemerhati masalah transportasi dan hukum Budiyanto menjelaskan, Skema pembatasan lalu lintas ini untuk mengurangi volume kendaraan yang berdampak pada permasalahan lalu lintas, yakni: Kemacetan. Seiring dengan perkembangan waktu diberlakukan Ganjil Genap (Gage), muncul ide – ide dari oknum- oknum tertentu untuk mensiasati Gage dengan cara memasang plat nomor polisi yang tidak sesuai peruntukannya atau memasang atau mengganti dengan plat dinas.

Ungkapnya, beberapa kejadian ini pernah ditemukan petugas langsung di jalan. Nomor kendaraan diganti dengan plat nomor hitam dengan nomor yang berbeda, mengganti plat nomor hitam dengan plat dinas, karena plat dinas termasuk kendaraan yang mendapatkan pengecualian dalam Ganjil – Genap.

Baca Juga :  Iran Peringatkan Harga Mahal Dari Latihan Militer AS-Israel

“Dengan modus – modus seperti ini tentunya akan dapat merugikan pihak lain,”ujarnya.

Dikatakan Budiyanto, beberapa kali kejadian pemilik mobil tertentu mendapatkan surat klarifikasi dari Kepolisian karena dianggap melanggar lalu lintas karena terdeteksi oleh camera CCTV, ternyata setelah diklarifikasi, pemilik kendaraan bermotor yang mendapat surat klarifikasi tidak melanggar.

Mantan Kasubdit Bin Gakkum AKBP (P) Budiyanto S.Sos.MH mengatakan, modus – modus dengan cara mengganti plat nomor yang bukan untuk peruntukannya merupakan pelanggaran lalu lintas, sebagaimana di atur dalam pasal 280 Undang – Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 ( dua ) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah). Atau berpeluang kepada perbuatan melawan hukum berupa pemalsuan sebagaimana diatur dalam pasal 263 KUHP.

Baca Juga :  China Persingkat Penangguhan Penerbangan Internasional

Lanjutnya, dengan adanya modus mengganti plat nomor kendaraan yang tidak pada peruntukan tentunya akan mempengaruhi keberhasilan dari pada program pembatasan lalu lintas dengan skema Gage dan tentunya juga akan mengaburkan hasil dari deteksi CCTV E-TLE.

“Perlu ada pengawasan yang melibatkan banyak instansi sehingga penyalah gunaan plat nomor dapat ditekan atau jangan sampai terjadi,”tandasnya.

Ia katakan, masing – masing Instansi memiliki direktorat pengawasan sehingga perlu ada pendataan terhadap mobil mobil dinas yang digunakan oleh anggotanya sehingga tidak terjadi penyalah gunaan
penggunaan kendaraan oleh oknum- oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ganjil – Genap adalah sistem pembatasan lalu lintas menurut Budiyanto, dengan menerapkan skema berdasarkan kalender Nasional.Tanggal genap berlaku nomor polisi Genap dan sebaliknya. Tujuannya adalah untuk mengurangi volume kendaraan pada ruas penggal jalan sehingga kemacetan dapat terurai.

Baca Juga :  Mempolitisasi Asal-Usul Covid-19 Akan Hambat Penyelidikan

E-TLE adalah sistem penegakan hukum yang menggunakan teknologi ANPR (automatic number plate recognition), yang dapat mendeteksi pelanggaran lalu lintas secara otomatis. “Dengan adanya modus pemasangan nomor kendaraan bermotor yang tidak sesuai pada peruntukannya tentunya secara tidak langsung akan mereduksi tujuan diberlakukan program Gage dan hakekat penerapan E-TLE itu sendiri,”tutup Budiyanto.

@Sadarudin.

 

 

Bagikan :