Mitra APP Sinarmas Meraih Apresiasi Pengendalian Karhutla

perusahaan mitra pemasok Asia Pulp & Paper
Perusahaan mitra pemasok Asia Pulp & Paper

Jakarta | EGINDO.co – Tujuh perusahaan mitra pemasok Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas Sumatera Selatan (Sumsel) meraih Apresiasi Pengendalian Karhutla. Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah V mengadakan Rapat Koordinasi Teknis dengan Pelaku Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dalam rangka mendukung Multiusaha Kehutanan, Kemitraan Kehutanan dan Implementasi Rencana Kerja FOLU Net Sink 2030 untuk pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) di Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung yang diselenggarakan selama dua hari.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan apresiasi kepada sejumlah pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi dan Riau yang diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (Dirjen PHL), Agus Justianto.

Disamping itu juga dilakukan peluncuran Sistem Informasi Dokumen Perancangan Mitigasi Sektor Kehutanan (SIDRAM) dan penyerahan buku Folu Net Sink 2030 Sub Nasional Provinsi Sumatera Selatan serta buku standar pedoman Sistem Verifikasi Legalitas Kelestarian (SVLK).

PBPH yang mendapat apresiasi tersebut merupakan rekomendasi dari Balai PPI Wilayah Sumatera, salah satu penghargaan yang diberikan adalah apresiasi atas kontribusi aktif dan aksi responsif dalam rangka pengendalian karhutla diberikan kepada PBPH yang berhasil memenuhi berbagai indikator penilaian. Indikator tersebut antara lain monitoring evaluasi kepatuhan berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor 32 Tahun 2016 seperti organisasi regu brigade pengendalian karhutla, sumber daya manusia dan sarana prasarana.

Baca Juga :  BSDE Hanya Satu-Satunya Emiten Properti Meraih ESG Star BEI

Masuk juga dalam kriteria penilaian yaitu kegiatan pengendalian karhutla seperti perencanaan, pencegahan, pemadaman dan penanganan pascakebakaran. Indikator lainnya yaitu pembinaan terhadap Masyarakat Peduli Api (MPA), inovasi pengendalian karhutla serta data hotspot, firespot dan ground cek verifikasi lapangan dan tipe atau kelas perusahaan.

Adapun tujuh perusahaan mitra pemasok Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas di Sumatera Selatan mendapat apresiasi dalam dua kategori, mitra pemasok yang mendapatkan apresiasi atas kontribusi aktif dan aksi responsif dalam rangka pengendalian Karhutla yaitu dua perusahaan berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), PT SBA Wood Industries dan PT Bumi Andalas Permai, selanjutnya dari Kabupaten Banyuasi dan Musi Banyuasin (MUBA) ada empat perusahaan yaitu PT Tripupa Jaya, PT Sumber Hijau Permai, PT Bumi Persada Permai dan PT Rimba Hutani Mas.

Baca Juga :  Dari Komitmen APP Sinarmas Mengelola Kawasan Hutan Lindung

Selain itu PT Bumi Mekar Hijau di OKI juga mendapatkan apresiasi atas upaya penyelesaian konflik dan pembinaan masyarakat dalam pengelolaan lahan tanpa bakar di areal kerjanya.

Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (Dirjen PHL), Agus Justianto pada malam pemberian apresiasi mengatakan bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 pasal 149 yang selanjutnya dijelaskan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021 Pemegang PBPH pada hutan produksi dilakukan dengan multiusaha kehutanan dan wajib melakukan kemitraan dengan masyarakat di dalam dan sekitar hutan.

Dirjen PHL juga menyampaikan saat ini semua pemangku kepentingan mengimplementasikan agenda FOLU Net-Sink Tahun 2030, dalam hal ini dengan strategi dan pendekatan pada tahun 2030 tingkat serapan sektor FOLU di Indonesia akan seimbang bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi yang dihasilkan, selain itu luas Karhutla pada tahun 2020 sampai 2023 terus mengalami penurunan hal ini perlu dijaga bersama, dengan melibatkan semua pihak dan masyarakat berperan aktif dengan pembinaan untuk melakukan pembukaan lahan tanpa bakar.

Baca Juga :  Ukraina Menderita Dingin Dan Gelap, Mohon PBB Hukum Rusia

“Untuk sektor kehutanan kita juga perlu membangun perangkat-perangkat pendukung untuk memudahkan pelaku usaha khususnya PBPH dalam pencapaian target emisi dan perdagangan karbon, salah satu perangkat yang diperlukan adalah Dokumen Perencanaan Aksi dan Mitigasi Perubahan Iklim,” kata Agus.

“Saya berharap upaya yang telah kita lakukan dalam mencapai target Indonesia’s FOLU Net Sink Tahun 2030 khususnya di provinsi Sumatera Selatan yang memilik target rencana operasional seluas 1.119.970 Ha dan Provinsi Bangka Belitung seluas 85.233 Ha dapat kita capai,” ujar Agus.@

App/fd/timEGINDO.co

Bagikan :
Scroll to Top