Minyak Turun, Berhenti Sejenak Dari Sesi Sebelum Naik Tajam

Harga Minyak Datar
Harga Minyak Melemah

New York | EGINDO.co – Harga minyak turun tipis pada awal perdagangan hari Jumat, berhenti sejenak dari sesi sebelumnya ketika harga minyak berjangka naik tajam karena optimisme seputar permintaan energi yang lebih tinggi dari importir minyak mentah terbesar, China.

Minyak mentah berjangka Brent turun 13 sen menjadi $75,54 per barel pada pukul 00.08 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 10 sen menjadi $70,52 per barel.

Kedua patokan tersebut melonjak sekitar 3 persen pada sesi sebelumnya.

Data pada hari Kamis menunjukkan produksi kilang minyak China naik 15,4 persen pada bulan Mei dari tahun sebelumnya, mencapai total tertinggi kedua dalam catatan.

Baca Juga :  Bandar Udara Terbesar Di Dunia, Adakah Di Indonesia?

Permintaan minyak China diperkirakan akan terus meningkat pada tingkat yang terjamin selama paruh kedua tahun ini, kata kepala eksekutif Kuwait Petroleum Corp.

Namun, prospek ekonomi yang lemah membayangi sentimen pasar, karena produksi industri dan pertumbuhan penjualan ritel RRC di bulan Mei meleset dari perkiraan.

Kekhawatiran seputar suku bunga juga membebani, dengan para investor khawatir bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan memperlambat ekonomi AS dan Eropa dan mengurangi permintaan minyak.

Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga ke level tertinggi 22 tahun seperti yang diharapkan pada hari Kamis. Hal ini mengisyaratkan pengetatan kebijakan lebih lanjut, karena berjuang melawan inflasi yang tinggi.

Baca Juga :  Minyak Naik Ditengah Ancaman Tarif AS, Namun Tetap Menuju Rugi Mingguan

Di Amerika Serikat, data menunjukkan penjualan ritel secara tak terduga naik di bulan Mei, bersamaan dengan klaim pengangguran yang lebih tinggi dari perkiraan minggu lalu. Berita pada hari Kamis memangkas dolar ke level terendah lima minggu terhadap sekeranjang mata uang lainnya.

Dolar yang lebih lemah membuat minyak menjadi lebih murah bagi para pemegang mata uang lain, yang dapat meningkatkan permintaan.

Pada awal perdagangan hari Jumat, indeks dolar naik tipis.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :
Scroll to Top