Minyak Naik Karena Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah

Harga Minyak Naik
Harga Minyak Naik

Beijing | EGINDO.co – Harga minyak naik tipis pada hari Rabu di tengah kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah, dengan para pedagang mewaspadai risiko pelayaran di Laut Merah serta ancaman terhadap infrastruktur minyak di Arab Saudi.

Minyak mentah berjangka Brent naik 85 sen, atau 0,78 persen, menjadi $109,64 per barel pada pukul 00.22 GMT. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 76 sen, atau 0,78 persen, menjadi $98,58 per barel.

Sebuah kapal tanker raksasa terbakar setelah menghantam ranjau laut di sebelah selatan Selat Hormuz saat “melanggar” peraturan Iran, demikian pernyataan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran pada hari Selasa, menurut laporan media Iran. Setidaknya 18 serangan terhadap kapal telah dilaporkan dalam kurun waktu dua minggu, ungkap perusahaan pelacak kapal Kpler dalam sebuah catatan pada hari Senin.

“Serangan terhadap kapal tanker telah meluas hingga ke luar Selat Hormuz,” tulis analis LSEG dalam sebuah catatan. “Iran telah menargetkan kapal-kapal hingga ke wilayah selatan di Teluk Oman, yang mengancam kegiatan pemuatan di luar Teluk Arab, serta transfer minyak antar-kapal yang selama ini membantu mendukung pemuatan minyak dari Timur Tengah di tengah konflik yang terus berlanjut.”

Kelompok Houthi pada hari Senin mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, serta bandara di Riyadh dan Abha, Arab Saudi.

Jumlah korban tewas akibat serangan Houthi terhadap pasukan pemerintah Yaman pada hari Senin meningkat menjadi 73 orang seiring dengan semakin intensifnya pertempuran.

Harga sempat turun pada sesi perdagangan sebelumnya setelah presiden Iran membahas upaya mediasi dalam pertemuan dengan kepala angkatan darat Pakistan di Teheran.

Pada hari Selasa, harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 76 sen, atau 0,69 persen, menjadi $108,79, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima bulan di angka $111,99. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk bulan November, yang berakhir pada hari Selasa, ditutup turun $1,87, atau 1,8 persen, menjadi $101,79. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dalam sebuah wawancara televisi yang ditayangkan pada hari Selasa, mengatakan bahwa Iran belum menerima tanggapan dari Arab Saudi maupun kelompok Houthi di Yaman terkait tawarannya untuk membantu menengahi perundingan damai.

Di Amerika Serikat, dua pejabat Departemen Energi mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka sedang bekerja sama dengan pihak kilang di seluruh dunia untuk meningkatkan produksi bahan bakar, menyusul kelangkaan solar yang telah memicu kenaikan harga.

Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan Reuters pada hari Selasa, stok minyak mentah AS diperkirakan mengalami penurunan pada pekan lalu, sejalan dengan berkurangnya persediaan produk minyak. Delapan analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan, secara rata-rata, persediaan minyak mentah turun sekitar 800.000 barel pada pekan yang berakhir tanggal 16 Oktober.

Sumber : CNA/SL

 

Scroll to Top