Menlo Park, CA | EGINDO.co – CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyerukan pelonggaran hambatan di AS bagi model AI sumber terbuka (*open-source*) agar dapat bersaing lebih baik dengan para pesaing dari Tiongkok. Seruan ini disampaikan saat raksasa media sosial tersebut merilis model *open-weight* baru pada hari Senin dan menyatakan rencananya untuk segera meluncurkan lebih banyak model serupa.
Model baru bernama Muse Glimmer ini jauh lebih kecil dibandingkan model-model AI unggulan dari para pesaing. Model ini dirancang khusus untuk tugas-tugas yang bersifat *agentic* (mampu melakukan tindakan mandiri) dan dapat dijalankan di Mac atau PC yang hanya menggunakan satu kartu grafis, dengan tujuan memenuhi permintaan akan sistem AI yang beroperasi langsung di perangkat pengguna.
Model *open-weight* umumnya lebih murah dibandingkan model unggulan dari perusahaan-perusahaan pengembang AI terdepan (*frontier labs*) seperti OpenAI dan Anthropic. Model ini juga memiliki komponen inti yang dapat diakses publik sehingga mudah disesuaikan, berbeda dengan model tertutup (*closed models*) yang kendali penuhnya dipegang oleh perusahaan pengembangnya.
Peluncuran oleh Meta ini dilakukan di tengah upaya perusahaan untuk memperkuat posisinya, setelah tahun lalu membentuk tim superintelijensi baru yang menelan biaya besar demi kembali bersaing dalam perlombaan AI yang sangat kompetitif.
Pernyataan Zuckerberg juga menjadi bentuk dukungan terbaru bagi AI *open-weight*, yang kian diminati seiring meningkatnya kekhawatiran dunia bisnis terhadap biaya AI yang membengkak serta insiden keamanan siber baru-baru ini yang melibatkan model dari Anthropic, OpenAI, dan Meta.
Hugging Face, situs kolaborasi pemrograman AI yang sempat diretas oleh model OpenAI yang tidak terkendali, bulan lalu menyatakan bahwa mereka menggunakan model *open-weight* asal Tiongkok untuk menangkal serangan tersebut. Hal ini dilakukan karena model sumber tertutup (*closed-source*) memiliki batasan penggunaan untuk keperluan keamanan siber.
Saham Meta, yang telah turun sekitar 10 persen sepanjang tahun ini, sempat naik 1 persen dalam perdagangan pra-pasar pada hari Senin.
Perlu Tinjauan Ulang Kebijakan untuk Mendorong AI *Open-Weight*
Dalam sebuah pernyataan, Zuckerberg mengatakan bahwa AS perlu meninjau kembali kebijakannya jika ingin perusahaan-perusahaan dalam negeri menjadi pemimpin dalam pengembangan model *open-weight*.
Perusahaan rintisan (*startup*) asal Tiongkok saat ini memimpin perlombaan pengembangan model *open-weight*. Model seperti Kimi K3 dari Moonshot, Qwen3.8-Max dari Alibaba, dan V4-Flash dari DeepSeek mampu memberikan performa yang menyaingi sistem-sistem unggulan dari laboratorium AI AS. Sebaliknya, model-model utama dari pengembang AS seperti OpenAI, Anthropic, dan Google (milik Alphabet) bersifat sumber tertutup. “Laboratorium luar negeri saat ini memiliki beberapa keunggulan dalam hal ini karena laboratorium Amerika harus mematuhi banyak pembatasan tambahan terkait data pelatihan,” ujar Zuckerberg, merujuk pada model sumber terbuka (*open-source*).
“Kebijakan AS harus mengurangi hambatan tambahan ini jika kita ingin model sumber terbuka Amerika unggul di masa mendatang,” kata Zuckerberg, seraya menambahkan bahwa membatasi akses terhadap model sumber terbuka dari luar negeri bukanlah solusi yang efektif.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan kepada para pengembang AI awal bulan ini bahwa mereka tidak akan mewajibkan model AI *open-weight* untuk menjalani uji keamanan sukarela, menurut dua sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Dalam pernyataannya, Zuckerberg juga mendukung metode distilasi model AI, yaitu penggunaan sistem AI yang tangguh untuk melatih model yang lebih kecil. Ia mengatakan bahwa Meta akan menerapkan struktur tata kelola yang memberikan wewenang kepada direktur independen perusahaan untuk menyetujui kriteria keamanan bagi perilisan model.
Sumber : CNA/SL