Mesir Tandatangani Kesepakatan Energi Terbarukan Senilai US$ 1,8 Miliar

Ilustrasi Energi Terbarukan
Ilustrasi Energi Terbarukan

Cairo | EGINDO.co – Mesir telah menandatangani kesepakatan energi terbarukan senilai total US$1,8 miliar, demikian dilaporkan televisi pemerintah pada hari Minggu (11 Januari).

Di antara kesepakatan tersebut terdapat kontrak dengan pengembang energi terbarukan Norwegia, Scatec, dan Sungrow dari Tiongkok.

Mesir berharap energi terbarukan dapat mencapai 42 persen dari bauran pembangkit listriknya pada tahun 2030, tetapi para pejabat mengatakan tujuan tersebut akan terancam tanpa dukungan internasional yang lebih besar.

Proyek pertama adalah pembangunan pembangkit energi surya oleh Scatec untuk menghasilkan listrik dan stasiun penyimpanan energi di Minya, Mesir Hulu, menurut pernyataan kabinet Mesir.

Pembangkit tersebut akan memiliki kapasitas pembangkitan 1,7 gigawatt yang didukung oleh sistem penyimpanan baterai dengan total kapasitas 4 gigawatt jam.

Proyek kedua adalah pabrik Sungrow untuk memproduksi baterai penyimpanan energi di Zona Ekonomi Terusan Suez. Sebagian dari hasil produksi pabrik tersebut akan dipasok ke proyek pertama, kata kabinet.

Kesepakatan tersebut juga mencakup perjanjian pembelian daya, dengan Scatec menandatangani kesepakatan untuk total kapasitas 1,95 gigawatt dan 3,9 gigawatt jam sistem penyimpanan baterai, kata perusahaan Norwegia itu dalam sebuah pernyataan.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top