Menteri ESDM: Cadangan Nikel Indonesia Masih Terbesar Dunia

zhe2x430xu81zez

Jakarta|EGINDO.co Kementerian Energi dan Sumber Daya Air Mineral (ESDM) menyatakan cadangan komoditas nikel di Indonesia masih menjadi yang terbesar di dunia. Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara, Irwandy Arif.

“Total, Indonesia memiliki sumber daya nikel mencapai 17,7 miliar ton bijih dan 177,8 juta ton logam. Dengan jumlah cadangan 5,2 miliar ton bijih dan 57 juta ton logam,” kata Irwandy Arif kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/10/2023).

Menurut Irwandy, terdapat sejumlah wilayah yang memiliki kandungan nikel namun belum dieksplorasi (greenfield). Irwandy mengatakan untuk produksi nikel kelas 2, seperti nikel pig iron (NPI) dan feronikel itu umurnya diperkirakan sekitar 6 sampai 11 tahun.

Baca Juga :  Menteri ESDM Pastikan Belum Ada Pengumuman Kenaikan BBM

“Kalau kita lihat sekarang cadangan 5,2 miliar ton ya kira-kira hampir sama jumlahnya antara yang saprolit dengan limonite. Kemudian, sumber dayanya sekitar 17 miliar ton, nah sumber daya Inilah yang harus kita alihkan menjadi cadangan dan diperlukan upaya eksplorasi detail,” ujar Irwandy.

Untuk meningkatkan jumlah cadangan, kata Irwandy, diperlukan eksplorasi wilayah greenfield yang diperkirakan mengandung nikel. Menurut Irwandy, peluang ini masih sangat terbuka bagi yang akan melakukan kegiatan penambangan nikel di Indonesia.

“Jadi sebenarnya umur (nikel) tadi dan jumlah cadangan dan sumber daya akan bertambah kalau tingkat eksplorasi ini kita giatkan. Nah, tentu diperlukan investasi yang tidak sedikit. Ini yang perlu diupayakan untuk meningkatkan cadangan yang ada,” ujar Irwandy.

Baca Juga :  Lockdown Covid-19 Di Zhengzhou Setelah Protes Pabrik iPhone

Perlu diketahui, Berdasarkan Booklet Tambang Nikel 2020, peta sebaran lokasi sumber daya dan cadangan nikel diluar wilayah IUP/KK nikel di Pulau Sulawesi. Untuk Sulawesi Tenggara menunjukan 77 persen wilayah potensi pembawa mineralisasi belum ada WIUP dengan potensi cadangan 2,6 miliar ton

Maluku, 43 persen wilayah potensi pembawa mineralisasi belum ada WIUP dan cadangan 1,4 miliar ton. Sedangkan, untuk Papua data potensi investasi lebih menarik lagi, potensi cadangan 0,06 miliar ton dengan wilayah potensi pembawa mineralisasi belum ada WIUP sebesar 98 persen.

Sumber: rri.co.id/Sn

Bagikan :