Menlu Retno Temui Perwakilan Negara-Negara Pasifik

ipfd_1670336597

Jakarta|EGINDO.co Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mengungkapkan Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dengan kawasan Pasifik, hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan negara-negara dana organisasi internasional di Pasifik, menjelang Indonesia-Pacific Forum for Development (IPFD) di Bali, Selasa (6/12/2022).

“Indonesia adalah salah satu negara dengan ras Melanesia terbesar di Pasifik. Sedikitnya, 11 juta orang warga negara Indonesia adalah dari ras Melanesia”, kata Menlu. 

Dalam pertemuan bersama perwakilan Timor Leste, Papua Nugini, Vanuatu, dan Direktur Jenderal Melanesian Spearhead Group (MSG), Menlu mengatakan melalui visi Pacific Elevation, komitmen Indonesia terhadap Pasifik sangat jelas dan konsisten.

Menlu Adaljiza Albertina dari Timor Leste sampaikan penghargaan diterimanya secara prinsip Timor Leste sebagai anggota ASEAN.

Baca Juga :  Jepang Pertimbangkan Berbagi Vaksin Covid-19 Membantu Taiwan

Roadmap keanggotaan penuh Timor Leste akan segera disiapkan bersama Sekretariat ASEAN.

Menlu Adaljiza Albertina dari Timor Leste dan Retno Marsudi turut membahas sedikit terkait status negosiasi perbatasan darat.

Retno Marsudi mengungkapkan sampai saat ini kondisi kondusif penting untuk terus dipelihara agar negosiasi mengalami kemajuan yang signifikan.

Dalam pertemuan dengan Menlu Papua Nugini, Justin Tkatchenko, Menlu Retno sampaikan ucapan selamat kepada Menteru Tkatchenko sebagai Menlu PNG.

Pasalnya, Indonesia dan PNG memiliki hubungan yang kuat dan kedua Menlu sepakat untuk terus memperkuat kerja sama, tak terkecuali bidang ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama Menlu Tkatcheno menegaskan posisi PNG berpengaruh terhadap prinsip penghormatan atas kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Korea Utara Menguji Sistem Rudal Baru Yang Dibawa Kereta Api

Dia juga menjanjikan akan mempercepat proses ratifikasi perjanjiann Basic Agreement on Border Arrangements dan the Agreement on Cooperation in the Field of Defence.

Menlu Papua Nugini terbuka dengan usulan Menlu RI terkait perpanjangan perjanjian pencegahan dan penanggulangan kejahatan lintas batas dan capacity building yang telah usai pada tahun ini.

Selain itu, kedua Menlu juga berdiskusi terkait rencana dibentuknya Preferential Trade Agreement and Bilateral Investment Treaty untuk meningkatkan kerja sama perdagangan kedua negara.

Menlu RI dan Direktur Jenderal MSG, Leonard Louma sempat membahas sejumlah komitmen bersama, mulai dari ekonomi kelautan, penguatan kapasitas kelembagaan Sekretariat MSG, kerja sama sosial budaya antar ras Melanesia, serta penguatan kerja sama di bidang keamanan kawasan melalui mekanisme Regional Security Strategy Working Group.

Baca Juga :  DPR Minta Jokowi Tutup Lokasi Potensi Timbulkan Kerumunan

“Indonesia akan selalu meningkatkan perannya sebagai Associate Member MSG dan menyambut baik upaya untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi masalah yang menjadi perhatian bersama, termasuk dampak COVID-19, food security, blue economy dan perubahan iklim” pungkas Menlu Retno.

Dalam kesempatan tersebut, Menlu RI juga telah menerima Advisor to the Foreign Minister, Vanuatu, Richard Kaltongga untuk membahas lebih lanjut mengenai langkah-langkah penguatan kerja sama bilateral kedepannya.
Sumber: Bisnis.com/Sn

Bagikan :