Menkeu Vaksinasi Turunkan Risiko Kematian Akibat Covid-19

Suasana pemberian vaksin Covid-19 oleh Nakes kepada warga di perumahan Aquila Vailley, Ciseeng, Jawa Barat, Sabtu(28/8/2021). 500 vaksin Sinovac tahap pertama di berikan kepada warga masyarakat umum yang tinggal dikawasan tersebut.
Suasana pemberian vaksin Covid-19 oleh Nakes kepada warga di perumahan Aquila Vailley, Ciseeng, Jawa Barat, Sabtu(28/8/2021). 500 vaksin Sinovac tahap pertama di berikan kepada warga masyarakat umum yang tinggal dikawasan tersebut.

Jakarta | EGINDO.com                – Kementerian Keuangan menyatakan, Indonesia masih tetap mencatatkan kasus baru Covid-19, tapi dengan penurunan jumlah kematian dan tingkat keterisian rumah sakit.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, vaksinasi menjadi kunci untuk menurunkan risiko kematian akibat Covid-19.

“(Vaksinasi) untuk menahan dari (penambahan) jumlah kasus di rumah sakit dan meninggal,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (30/8/2021).

Sri Mulyani menjelaskan, kasus harian Covid-19 di Indonesia, khususnya wilayah Jawa dan Bali sudah menurun sekira 87 persen.

Kemudian, perbandingan jumlah kasus harian Indonesia dengan dunia juga semakin baik yakni keluar dari 10 besar terbanyak.

Per 28 Agustus 2021, kasus harian di Indonesia sudah keluar dari 10 besar dunia dengan angka 14.200 atau 52 setiap 1 juta populasi.

Sementara, Amerika Serikat (AS) mencatatkan angka tertinggi yaitu 145.700 kasus harian atau 440 setiap 1 juta populasi.

Selain itu di Asia Tenggara, ada Malaysia menduduki posisi 7 dengan 21.500 kasus atau 663 per 1 juta populasi dan Thailand dengan 18.200 kasus atau 260 per 1 juta populasi.

Sri Mulyani menambahkan, kasus di Indonesia masih relatif kecil jika dihitung per populasi, tapi kasus kematian masih cukup tinggi yaitu berada di peringkat 7.

“Ini masalah jiwa manusia. Jadi, kita tidak mau bicara soal statistik saja,” pungkasnya.

Sumber: Tribunnews/Sn

 

Baca Juga :  Menkeu Sebut Satgas BLBI Panggil 24 Obligor-Debitur