Menkeu: Harus Optimalkan Program Merdeka Belajar

Tangkapan layar Menkeu Sri Mulyani dalam webinar "The First Economics Education Summit" di Jakarta, Kamis (28/10/2021).
Tangkapan layar Menkeu Sri Mulyani dalam webinar "The First Economics Education Summit" di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Jakarta | EGINDO.com     – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan kurikulum program studi ekonomi dan keuangan syariah harus mengoptimalkan program Merdeka Belajar yang memberi mahasiswa ruang untuk mempelajari materi langsung dari industri di bidang yang sesuai.

“Saat ini sangat dimungkinkan mahasiswa belajar dari magang di dalam proyek riset di industri melalui pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, dan kegiatan-kegiatan intelektual lain,” kata Menkeu dalam dalam webinar “The First Economics Education Summit” yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, kegiatan yang berkaitan dengan program Merdeka Belajar akan membuat mahasiswa siap masuk ke dalam industri dan memberi kontribusi positif terhadap perekonomian. Mahasiswa juga akan mampu beradaptasi di tengah disrupsi teknologi.

Menkeu menilai prodi ekonomi dan keuangan syariah pun perlu meningkatkan konten dan kualitas kurikulumnya agar sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri tanpa meninggalkan nilai Islam.

“Kurikulum sektor ekonomi dan keuangan syariah harus punya kejelasan mengenai profil lulusan dan capaian pembelajaran lulusan. Prodi perlu jelas distingsinya sehingga tidak menimbulkan kondisi tumpang tindih,” katanya.

Di samping itu, menurut Menkeu, prodi ekonomi Islam di perguruan tinggi di bawah Kemendikbudristek dan prodi ekonomi syariah di perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama semestinya menyamakan kurikulum.

“Perbedaan ini akan menimbulkan suatu persepsi yang mempertanyakan apakah kualitas dari kedua prodi tersebut sama atau berbeda, belum bicara kualifikasinya. Sehingga perbedaan nomenklatur ini harus makin dikomunikasikan agar tidak menjadi persoalan,” katanya.

Ekonomi syariah maupun ekonomi Islam pun harus dimaknai secara sama dalam penamaan prodi dan di dalam membangun konten kurikulum untuk menjawab kebutuhan terkait ekonomi dengan nilai Islam di tengah masyarakat.

Sumber: Antaranews/Sn

Bagikan :
Baca Juga :  PPN Naik, Ekspor Impor Indonesia Bakal Suram