Menkes: 155 Kabupaten Alami Peningkatan Kasus Varian Baru

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers secara virtual pada Senin (8/11/2021). Budi mengabarkan 155 kabupaten/kota mengalami kenaikan kasus konfirmasi Covid-19.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers secara virtual pada Senin (8/11/2021). Budi mengabarkan 155 kabupaten/kota mengalami kenaikan kasus konfirmasi Covid-19.

Jakarta | EGINDO.com       – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut saat ini sekitar 155 kabupaten/kota mengalami peningkatan kasus konfirmasi Covid-19.

Meski tergolong sedikit dan masih dapat terkontrol, Menkes Budi meminta masyarakat untuk tetap waspada.

Hal tersebut disampaikan oleh Menkes Budi dalam konferensi pers Evaluasi PPKM, yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (8/11/2021).

“Memang sekarang kami mengamati beberapa provinsi, kabupaten/kota yang mengalami sedikit peningkatan.”

“Walaupun sedikit, itu menjadi indikasi awal untuk kita berhati-hati.”

“Jadi memang tadi ada beberapa kabupaten/kota di Jawa dan Bali, dan juga ada di luar Jawa dan Bali, totalnya sekitar 155 yang sudah ada gejala kenaikan walaupun sedikit dan masih terkontrol,” terang Menkes Budi.

Terutama, kabupaten/kota yang masuk wilayah Provinsi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur.

Baca Juga :  KPK Limpahkan Berkas Suap Banprov Untuk Pemkab Indramayu

Selain mengabarkan wilayah yang terdeteksi mengalami peningkatan kasus, Menkes Budi juga mengabarkan saat ini pihaknya bersama beberapa instansi terkait terus melakukan persiapan untuk event-event internasional, seperti G20 di Bali.

“Kami juga mempersiapkan pendidikan tatap muka. Kami memastikan bahwa jalannya kedua acara besar ini, (diharapkan) tidak mengganggu atau menimbulkan risiko terjadinya peningkatan kasus,” kata Menkes Budi.

Menkes Budi juga mengabarkan, saat ini di Eropa, khususnya di Inggris, kembali mengalami kenaikan yang didominasi varian Delta AY.4.2.

Bahkan, varian tersebut sudah ditemukan di negara tetangga Indonesia, yakni Malaysia.

Untuk itu, pemerintah akan terus melakukan penjagaan ketat di setiap pintu-pintu perbatasan negara.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk terus waspada dan hati-hati dalam melakukan aktivitas harian.

Baca Juga :  PBB : Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Bisa Mencapai 50.000

“(Masyarakat) harus hati-hati harus terus, juga waspada.”

“Kenaikan di Eropa itu tinggi, beberapa negara di Eropa itu tinggi (kenaikan kasusnya).”

“Pak Menko tadi sudah menyampaikan di Malaysia juga sudah sampai itu varian baru yang menyebabkan kenaikan di Eropa, khususnya di Inggris, dia varian Delta AY.4.2,” terang Budi.

Meski dikabarkan telah sampai di Malaysia, sementara ini belum atau tidak terdeteksi adanya varian tersebut di Indonesia.

“Kita melakukan antara 1.500-1.800 tes (pemeriksaan) perbulan dan sampai sekarang kita belum lihat (temui variannya).”

“Kita tetap jaga perbatasan-perbatasan, apalagi banyak orang Indonesia pulang pergi dari Malaysia, baik (melalui jalur) darat laut dan udara,” katanya.

Upaya ini dilakukan demi dapat menahan masuknya varian baru ke wilayah Indonesia.

Update Vaksinasi

Baca Juga :  Menkes: Kegiatan Vaksinasi Dilakukan Malam Hari Saat Puasa

Menkes Budi mengabarkan pada minggu ini, vaksinasi di Indonesia sudah mencapai 205 juta orang.

Dari 205 juta orang tersebut, kata Menkes, sebanyak 125 juta orang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dengan presentase sebesar 60 persen dari target.

Sementara, hampir mencapai 80 juta orang telah mendapatkan vaksinasi lengkap, dua dosis, tau 38 persen dari target.

Dengan laju seperti ini, Menkes menargetkan Indonesia dapat memberikan vaksinasi di akhir tahun sebanyak 290-300 juta dosis.

“Estimasi di akhir tahun akan bisa kita berikan 290-300 juta dosis dan untuk orangnya dosis pertama bisa 168 juta atau 80 persen dari target.”

“Dan untuk dosis 2 (sebanyak)124 juta orang atau 60 persen dari target operasinya,” jelas Menkes Budi.

Sumber: Tribunnews/Sn

 

Bagikan :
Scroll to Top