Catatan: Fadmin Malau
MENJEMPUT rindu di tanah haram. Bagi jutaan jamaah haji dan jemaah umrah, kota Makkah bukan sekadar kota ibadah, melainkan sebuah ruang luas yang menyimpan fragmen-fragmen sejarah peradaban Islam. Pasalnya pada gugusan perbukitan batu yang memagari tanah suci itu terdapat satu jabal yang menjadi impian bagi pencari hikmah yakni Jabal Rahmah yang menjadi jabal kasih sayang.
Jabal Rahmah berdiri kokoh di tengah hamparan Padang Arafah dengan tinggi sekira 70 meter memancarkan aura spiritual. Jabal Rahmah bukan sekadar gundukan batu gersang akan tetapi monumen hidup dari sebuah pertemuan paling mengharukan sepasang anak manusia. Kisah romansa terukir, bertemunya Nabi Adam AS dan Ibnu Hawa setelah terpirah ratusan tahun. Allah SWT kembali mempertemukan mereka.
Tepatlah namanya Jabal Rahmah sebab kata Rahmah artinya kasih saying yang menjadi abadi melekat pada bukit itu. Allah SWT mewujudkan kasih saying kepada sepasang anak manusia itu, mereka kembali menyatukan sebagai sepasang kekasih pertama di bumi ini.
Jabal Rahmah juga saksi bisu dari titik kulminas perjuangan Islam dimana pada puncak bukit atau Jabal Rahmah itu di atas unta Nabi Muhammad SAW bernama Al-Qashwa, Rasulullah Muhammad SAW menyampaikan Khutbah Wada’ atau Khutbah Perpisahan pada saat melaksanakan Haji Wada’.
Kala itu ketika bawah terik matahari di padang Arafah, Nabi Muhammad SAW menegaskan tentang kesetaraan manusia, berpesan untuk menjaga hak-hak perempuan dimana Nabi Muhammad SAW berpesan tentang kemanusiaan. Kini di lokasi itu jutaan manusia berkumpul pada setiap tahun. Pertemuan atau berkumpulnya manusia terbesar di dunia yang menggetarkan jiwa setiap mukmin.

Lihatlah ketika ibadah haji dilaksanakan, jutaan manusia berkumpul bersama menikmati angin gurun, bersatu tanpa ada perbedaan sosial, semuanya sama, semuanya setara di tengah-tengah puncak bukit atau Jabal Rahmah berdiri sebuah tugu beton putih setinggi 8 meter.
Di sini, di Jabal Rahmah di Padang Arafah itu menjadi episentrum permohonan atau doa yang menggema dari jemaah haji, dengan air mata yang mengalir murni, menengadahkan tangan, memohon ampunan, ada yang menangis meminta keistiqomahan. Padang Arafah, Jabal Rahmah menyajikan pemandangan yang magis. Jabal Rahmah sebuah pengalaman yang menggetarkan, sebuah pengingat bahwa di jabal itu mata air cinta, ampunan, dan hidayah terbesar dalam sejarah manusia yang terus mengalir.
Kini bagi jemaah umroh ketika berkunjung ke Jabal Rahmah melihat hamparan Padang Arafah. Di kawasan Jabal Rahmah, Makkah, kini ada program pembagian buku atau mushaf secara gratis kepada jamaah haji dan umrah dikelola dan dijalankan oleh beberapa instansi resmi Pemerintah Arab Saudi serta lembaga keagamaan. Lembaga yang membagikan buku dan Al-qur’an gratis itu Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan (Wizarat al-Syu’un al-Islamiyyah wal-Da’wah wal-Irsyad) yang merupakan lembaga resmi Pemerintah Arab Saudi.
Posko atau stan di area Jabal Rahmah dan Padang Arafah itu dibagikan Kitab Panduan Manasik (Panduan Haji dan Umrah). Buku Aqidah dan Wirid/Doa (sering disebut buku saku/kutaib) yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia, termasuk Bahasa Indonesia. Buku yang diberikan umumnya berukuran ringkas (buku saku) agar mudah dibawa oleh jamaah. Judul atau jenis yang paling populer dibagikan adalah buku doa dan dzikir (seperti Hisnul Muslim atau Awrad Ahli Sunnah), buku panduan ibadah harian (Al-Mulakhos Al-Fiqhiy / Al-Fiqhul Muyassar), serta buku sejarah singkat mengenai situs-situs suci di tanah haram.
Jabal Rahmah memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam sejarah dan spiritualitas Islam. Bukit batu atau Jabal Rahmah simbol kasih sayang, pengampunan dan kesempurnaan agama. Adapun keistimewaan utama Jabal Rahmah bagi umat Islam adalah tempat bertemunya Nabi Adam dan Hawa setelah diturunkan dari surga ke bumi. Setelah ratusan tahun terpisah dan saling mencari di tempat yang berbeda, Allah SWT mempertemukan mereka kembali di puncak bukit atau Jabal Rahmah.
Jabal Rahmah menjadi lokasi Khutbah terakhir Rasulullah Muhmmad SAW atau Khutbah Wada’ dimana Jabal Rahmah merupakan saksi bisu momen krusial dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW menyampaikan Khutbah Wada’ atau Khutbah Perpisahan saat melaksanakan haji terakhir nabi.
Jabal Rahmah tempat turunnya ayat kesempurnaan Islam dimana saat Rasulullah Muhammad SAW berada di Jabal Rahmah ketika menunaikan wukuf pada Haji Wada’, Allah SWT menurunkan wahyu yang sangat monumental, yaitu Surat Al-Ma’idah ayat 3 yang artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam itu jadi agama bagimu,”
Ayat dalam Surah Al-Ma’idah merupakan ayat maklumat bahwa syariat Islam telah utuh, telah sempurna, dan selesai disampaikan kepada umat manusia.
Jabal Rahmah merupakan bagian dari lokasi Wukuf di Padang Arafah. Jabal Rahmah terletak di dalam kawasan Padang Arafah. Wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah adalah puncak dan rukun paling sah dalam ibadah haji atau “Al-Hajju ‘Arafah” atau haji itu adalah Arafah.

Berada di sekitar bukit saat waktu wukuf memberikan suasana spiritual yang sangat kuat bagi para jamaah haji. Tempat yang menjadi saksi jutaan manusia dari seluruh dunia berkumpul dengan pakaian ihram yang sama, melambangkan persamaan derajat manusia di hadapan Allah SWT.
Jabal Rahmah adalah tempat Mustajab untuk berdoa. Bagi umat Islam, Jabal Rahmah dan Padang Arafah secara umum adalah tempat yang sangat makbul untuk memohon doa, terutama saat musim haji. Mengikuti sunnah Rasulullah Muhammad SAW yang menghabiskan waktu wukufnya dengan menghadap kiblat dan terus-menerus berdoa hingga matahari terbenam.
Dari puncak Jabal Rahmah setinggi 70 meter, jamaah dapat melihat pemandangan luas Padang Arafah secara 360 derajat. Memang bagi jamaah umroh tidak merasakan wukuf seperti jamaah haji. Namun, momen itu menjadi kesempatan berharga untuk membayangkan kemegahan dan keharuan suasana wukuf, dimana jutaan manusia berkumpul memakai kain ihram yang sama.
Bagi jamaah umroh mengunjungi Jabal Rahmah karena nilai sejarah Islam yang kuat, nilai spiritualitas untuk berdoa, dan lokasinya yang berada di dalam jalur ziarah utama atau tour kota Makkah. Perlu diingat, ziarah ke Jabal Rahmah bukanlah rukun maupun wajib dalam ibadah umroh akan tetapi menjadi salah satu destinasi yang paling ramai dikunjungi.@
***
(Bersambung Sabtu dan Ahad setiap pekan; Menjemput rindu di Tanah Haram……)