Menjadi Entrepreneurs, Eka Tjipta Widjaja sang Inspirator

Eka Tjipta Widjaja tampil dengan jiwa Entrepreneurs
Eka Tjipta Widjaja tampil dengan jiwa Entrepreneurs

Mengenang Lima Tahun Meninggalnya Eka Tjipta Widjaja

Oleh: Fadmin Malau

DALAM usia yang sangat muda, Eka Tjipta Widjaja sesungguhnya sudah menjadi entrepreneurs yang pada zaman itu belum ada yang seusianya. Jiwa entrepreneurs muncul dengan berdagang Kopra. Eka Tjipta Widjaja berlayar berhari-hari ke Selayar atau daerah Sulawesi Selatan dan daerah daerah sentra Kopra agar mendapatkan Kopra yang harganya murah. Usaha Eka Tjipta Widjaja mulai berhasil. Namun, Pemerintah Jepang mengeluarkan aturan berdagang kopra yang membuat usaha Eka Tjipta Widjaja mengalami kerugian dan tidak mampu untuk bertahan melanjutkan berdagang Kopra. Eka Tjipta Widjaja sang Inspirator. Banyak yang bertanya apa itu inspirator, apa bedanya dengan motivator. Tidak banyak yang bisa menjadi inspirator akan tetapi bisa banyak yang menjadi motivator. Bedanya dimana?

Andai hari ini Anda bertemu dengan Eka Tjipta Widjaja, orang yang luar biasa. Sejak dari usia muda, generasi Z atau Gen Z telah melakukan aktivitas bisnis dan akhirnya berhasil menjadi bisnismen sukses. Tanpa berkata-kata Anda akan terinspirasi dengan keberhasilannya. Begitu juga jika hari ini Anda bertemu dengan orang yang luar biasa, banyak pelajaran yang diterima usai bertemu dengan orang luar biasa itu, Anda akan terinspirasi maka sesungguhnya orang luar biasa itu adalah Sang Inspirator.

Beda halnya bila hari ini Anda mengikuti seminar yang bertema memberikan semangat, memotivasi Anda agar menjadi orang sukses, menjadi orang luar biasa maka orang itu adalah Sang Motivator. Namun, Sang Motivator yang memberikan semangat kepada Anda belum tentu orang yang sukses, belum tentu menjadi orang yang luar biasa. Sesungguhnya Sang Motivator sebagai penyemangat dan Anda memang membutuhkan semangat akan tetapi belum terinspirasi untuk bersemangat. Beda ketika terinspirasi untuk bersemangat dari Sang Inspirator akan tetap terasa dan dikenang meskipun Sang Inspirator tidak memberikan semangat. Seorang inspirator biasanya tidak memberi semangat secara langsung akan tetapi orang yang ada disekitarnya akan turut bersemangat karena apa yang telah dilakukan Sang Inspirator.

Baca Juga :  Pemerintah Buka Peluang Impor Karbon dari LN untuk Bisnis

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inspirator berarti penginspirasi atau orang yang menginspirasi. Itu artinya, inspirator lebih spesifik merujuk pada sosok orang atau pribadi.

Pribadi Eka Tjipta Widjaja merupakan sosok lelaki inspiratif sepanjang zaman. Mengapa bisa sepanjang zaman? Sang Inspirator meskipun telah menghadap Tuhannya akan selalu menginspirasi orang-orang lintas zaman. Faktanya, dalam dunia bisnis, sosok Eka Tjipta Widjaja terus bersemangat dan hidup dalam jiwa para bisnismen muda yang bagi kaula muda memiliki semangat pantang menyerah dan bagi para perintis usaha, menjadi inspirasi untuk tumbuh dan berkembang.

Semangat juang dari Sang Inspirator akan menginspirasi bagi siapa saja yang ingin meraih sukses pada bidang ekonomi. Bagi para generasi muda, Gen Z dan generasi milinial akan terinspirasi sebab Eka Tjipta Widjaja berkarya dalam usia Gen Z yang kala itu belum dilakukan oleh orang seusianya. Kontribusi nyata bagi bangsa dan negara melalui Asia Pulp dan Paper. Perusahaan itu tidak tiba-tiba besar akan tetapi berkat kegigihan, usaha pantang menyerah membuat tumbuh berkembang menjadi perusahaan raksasa. Pasti tidak mudah, butuh kerja keras, ketelitian, kehati-hatian dan kejujuran serta ketangguhan jiwa dan raga bisa menghantarkan seperti kini Asia Pulp & Paper memiliki pasar pada 150 negara. Butuh waktu sebab lebih setengah abad Asia Pulp & Paper, baru berhasil menghadirkan produk berkualitas untuk memenuhi permintaan dunia akan kertas cetak, tulis, produk kemasan konsumen dan industri serta kertas tisu.

Baca Juga :  Hari AIDS se-Dunia, Pendekatan Agama bagi Penderita

Disamping itu kini ada puluhan perusahaan unit usaha dan mitra pemasok Asia Pulp & Paper  yang bergerak pada bidang industri kehutanan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Indonesia beroperasi yang menghidupi puluhan ribu jiwa manusia. Eka Tjipta Widjaja menjadi Sang Inspirator karena menjadi konglomerat masuk orang terkaya di Indonesia. Eka Tjipta Widjaja menjadi inspirator pertama bagi Gen Z karena Ek Tjhong adalah nama kecil Eka Tjipta Widjaja sudah mulai berbisnis ketika masih di Sekolah Dasar (SD). Memiliki jiwa berani menjaminkan ijazah SD yang dimilikinya kepada produsen agar bisa menjadi distributor.

Kedua, Eka Tjipta Widjaja menjadi inspirator karena memiliki jiwa hidup berhemat, tidak suka berpoya-poya sehingga masih dalam usia sangat muda mampu mengumpulkan uang dari hasil berjualan biskuit untuk membangun, merenovasi rumah orang tuanya.

Ketiga, Eka Tjipta Widjaja menjadi Sang Inspirator karena semangat pantang menyerah yang dibuktikannya dengan beberapa kali gagal akan tetapi terus berjuang untuk bangkit kembali, gagal tender ketika masa penjajahan Jepang di Indonesia tahun 1941, bangkrut, rugi berdagang Kopra pada era awal kemerdekaan Indonesia dimana harga Kopra anjlok akibat kebijakan pemerintah. Bukan saja rugi akan tetapi menanggung utang kepada para sahabatnya.

Keempat, Eka Tjipta Widjaja memiliki jiwa besar dan amanah yang dibuktikannya ketika bangkrut, rugi berdagang Kopra dan akhirnya terlilit utang akibat bangkrut berdagang Kopra. Namun, Eka Tjipta Widjaja tetap memenuhi janjinya, utang harus dibayar dan rela harus menjual semua asset yang dimilikinya yakni rumah dan mobil harus dijual untuk membayar utang.

Baca Juga :  Tarif PPN Naik, Pemerintah Hati-Hati, Inflasi Meningkat

Kelima, Eka Tjipta Widjaja menjadi Sang Inspirator karena cemerlang melihat peluang yang ada ketika tantangan menghadang. Ketika Eka Tjipta Widjaja menjaga toko, menanti pembeli datang akan tetapi yang datang membeli hanya hitungan jari tangan, paling banyak hanya 5 orang. Toko sepi pembeli satu tantangan, Eka Tjipta Widjaja mencari peluang untuk menjawab tantangan yang ada, tidak menyerah dengan keadaan.

Eka Tjipta Widjaja menemukan gagasan, sebuah ide kreatif untuk berdagang dengan mendatangi pembeli, bukan menanti pembeli datang. Eka Tjipta Widjaja mengusulkan kepada orangtuanya untuk mendatangi pelanggan dengan membawa dan menawarkan barang dagangan. Eka Tjipta Widjaja siap membawa dan menawarkan barang dagangan langsung kepada calon pembeli dengan bersepeda.

Ide cemerlang itu belum ada yang memikirkannya akan tetapi Sang Inspirator telah memiliki inspirasi berdagang dengan mendatangi calon pembeli yang kini digandrungi banyak orang dengan berbelanja online. Berkali-kali gagal. Gagal, gagal dan gagal lagi dalam membangun usaha menjadikan Eka Tjipta Widjaja menjadi tokoh yang gigih dalam menghadapi tantangan.

Semangat pantang menyerah itu menjadi inspirasi bagi semua orang ketika menghadapi situasi sulit. Perusahaan bersinar dari kegigihan, pantang menyerah dan berpedoman kepada nilai-nilai luhur, integritas, perilaku positif, berkomitmen, perbaikan berkelanjutan, inovatif dan loyal atau setia dari Sang Inspirator membuat Asia Pulp and Paper menjadi perusahaan bisnis berkelanjutan di Indonesia. (BERSAMBUNG besok bagian keduabelas)

***

Bagikan :