Mengenal Tipe Kepribadian ABCD

(kajianpustaka)
(kajianpustaka)

Jakarta | EGINDO.co – Ada berbagai tipe kepribadian untuk menggambarkan bagaimana seseorang sebenarnya, termasuk pola pikir, perasaan, dan perilaku yang membuatnya berbeda dari orang lain.

Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengukur kepribadian seseorang. Salah satunya teori Big 5, meliputi neuroticism, extraversion, openness, agreeableness, dan conscientiousness.

Selain itu, ada tipe-tipe kepribadian seperti A, B, C, dan D. Berikut adalah penjelasannya:

Tipe A

Karakteristik tipe A, mengacu pada agresif, kompetitif, suka bersaing, terobsesi pada pekerjaan, dan tidak sabar.

Orang dengan tipe A benar-benar sulit bersabar, mereka cenderung frustrasi ketika mengantre, sering menyela orang lain, dan berjalan atau berbicara dengan cepat,

Perilaku orang tipe A termasuk orang yang selalu ingin menang dalam segala hal mulai dari pekerjaan hingga hubungan, bahkan jika kegiatan tersebut tidak kompetitif.

Tipe ini mendominasi dan cenderung mengabaikan keinginan serta kebutuhan orang lain untuk mendukung keinginan diri sendiri.

Efek negatif dari kepribadian tipe A adalah stres, hipertensi, dan berujung pada mengisolasi diri dari kehidupan sosial.

Tipe B

Bila dibandingkan, tipe B kontras dengan tipe A. Umumnya, kepribadian tipe B lebih menikmati hidup, santai, tetap bekerja keras, tetapi memiliki tingkat stres lebih rendah. Mereka juga menikmati prestasi tetapi tidak menjadi stres ketika mereka tidak tercapai.

Ketika menghadapi persaingan, mereka tidak keberatan menerima kekalahan dan menikmati permainan atau mundur.

Tipe B memiliki tingkat imajinasi dan kreativitas lebih tinggi. Lebih toleran terhadap orang lain, senang mengeksplorasi ide, dan konsep.

Mereka juga sering reflektif, berpikir tentang dunia luar, memiliki jadwal yang buruk, dan dapat dapat didominasi oleh orang lain.

Tipe C

Karakter tipe C yaitu perfeksionis, terperinci, dan cenderung menganggap serius semuanya.

Tipe ini selalu berpakaian rapi, bekerja dengan penuh semangat, konsisten, mengikuti semua aturan, dapat diandalkan karena mereka tidak terburu-buru, bijaksana, dan sabar.

Ciri khas lain tipe C yaitu introver, tidak dapat mengekspresikan emosi, perasaan, atau kebutuhan mereka kepada orang lain. Kenyataannya orang-orang ini sering mengabaikan dan menyangkal perasaan.

Kekurangannya tipe C tidak tegas, lebih sering stres dan depresi dibandingkan dari tipe kepribadian lain. Belum lagi, tipe ini sulit menolak permintaan orang lain, berujung pada stres dan sakit.

Gangguan kesehatan yang berisiko pada tipe ini adalah rematik, asma, multiple sclerosis,lupus dan amyotrophic lateral sclerosis. Sebagian besar merupakan gangguan autoimun.

Tipe D

Kepribadian lain ialah tipe D yang cenderung muram, menyembunyikan emosi dari orang lain, dan pesimis.

Tipe D sering khawatir, sedih, mudah marah, menghindari situasi sosial, kurang percaya diri, takut penolakan, sulit percaya orang lain, dan mudah putus asa.

Orang dengan tipe D sering mengalami emosi negatif. Selain ketakutan terhadap penolakan dan penilaian, individu tipe D pun takut membebani orang lain dengan tekanan emosional mereka, terutama orang terdekat.

Dalam segi kesehatan, tipe ini bekerja keras menahan, menutupi, dan menyembunyikan emosi mereka. Kondisi ini sering mengarah pada komplikasi kesehatan seperti penyakit arteri koroner, gangguan fungsi kekebalan tubuh, dan peradangan kronis.

Oleh karena kepribadian tipe D sering khawatir dan sedih, maka menjadi tantangan untuk terlibat dalam interaksi sosial.

Menjalin hubungan dapat menjadi perjuangan berat bagi tipe ini.

Namun, ketika berhasil berhubungan dengan orang lain, biasanya mereka sulit untuk mempertahankannya karena pengaruh negatif terus muncul.

Tipe ini dapat dianggap pesimis, suram, dan berpotensi tidak dapat didekati oleh pasangan, teman, dan anggota keluarga.

Setelah kamu baca, tipe kepribadian yang manakah kamu?

Sumber : Beritagar