Mengenal Provinsi Sumatera Barat, Kebudayaan Beserta Keseniannya

Kolase Prov Sumbar dan Jam Gadang

Provinsi Sumatera Barat

Penduduk Sumatera Barat dihuni oleh mayoritas suku Minangkabau, selain suku Minang di wilayah Pasaman di huni oleh suku Mandailing dan suku Batak. Awal munculnya penduduk suku tersebut pada abad ke-18 masa Perang Paderi. Daerah Padang Gelugur, Lunang Silaut, dan Sitiung yang merupakan daerah transmigrasi terdapat juga suku Jawa. Sebagian di daerah tersebut terdapat penduduk imigran keturunan Suriname yang kembali memilih pulang ke Indonesia pada akhir 1950-an. Para imigran tersebut di tempatkan di daerah Sitiung. Mayoritas penduduk suku Mentawai juga berdomisili di kepulauan Mentawai dan sangat jarang di temui penduduk suku Minangkabau. Beberapa suku lainnya seperti etnis Tionghoa memilih menetap di kota-kota besar seperti Bukittinggi, Padang, dan Payakumbuh. Suku Nias dan Tamil sendiri berada di daerah Pariaman dan Padang walaupun dalam jumlah yang sedikit.

Di masa PRRI, provinsi Sumatera Tengah mengalami perpecahan yang di sebabkan adanya peraturan perundangan nomor 19 tahun 1957. Sumatera Tengah di jadikan 3 provinsi yaitu Riau, Jambi, dan Provinsi Sumatera barat. Kerinci yang sebelumnya masuk dalam bagian Kabupaten Pesisir Selatan Kerinci, dimasukkan ke dalam Provinsi Jambi menjadi kabupaten sendiri. Untuk wilayah Rokan Hulu, Kampar, dan Kuantan Singingi digabungkan ke wilayah Riau. Bahasa yang umumnya di gunakan bagi penduduk Sumatera Barat adalah bahasa Minangkabau.

Saat ini Sumatera Barat atau Minangkabau terdiri dari 19 kota dan kabupaten, dimana setiap daerah mempunyai ciri khas masing-masing. Namun, Minangkabau tetap pada pepatahnya “Adaik basandi syarak, syarak basandi Kitabullah” atau “Adat yang didasari oleh hukum Islam, dan mengacu kepada Kitabullah.

Unsur FORKOPIMDA (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah)
1 Gubernur Sumatera Barat
2 Ketua DPRD Sumatera Barat
3 Kapolda Sumatera Barat
4 Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat
5 Pangdam Kodam I/Bukit Barisan
   
Nama Pejabat
Gubernur : Irwan Prayitno
Wakil Gubernur : Nasrul Abit
Sekretaris Daerah : Drs. Alwis
   
DPRD    
Ketua : Supardi
Wakil : 1. H. Irsyad Syafar, Lc., M.Ed.
  2. H. Indra DT. Rajo Lelo, S.H.
  3. H. Suwipren Suib, S.Sos.
Sekretaris : H. Raflis, S.H., M.M.
Kepartaian : 1. Partai Gerindra 6. PPP
2. PKS 7. Nasdem
3. PAN 8. PDIP
4. Demokrat 9.PKB
5. Golkar
Topografi  
Status :
Letak : 30 50 LS – 10 20’ LU, 980 10’ – 1020 10’ BT
Luas Wilayah : 42.297.30 km2
Ketinggian Rata-Rata :
Batas Wilayah
– Sebelah Utara : Prov. Sumatera Utara
– Sebelah Selatan : Prov. Bengkulu
– SebelahTimur : Prov. Riau dan Jambi
– Sebelah Barat : Samudera Hindia
Cakupan Wilayah  
– Pulau : 186
– Gunung : 29
– Sungai : 14
Ibu Kota : Padang
Kabupaten/Kota : 12 Kabupaten : 7 Kota :
1. Kep. Mentawai 1. Padang
2. Pesisir Selatan 2. Solok
3. Solok 3. Sawahlunto
4. Solok Selatan 4. Padang Panjang
5. Sijunjung 5. Bukit Tinggi
6. Dharmasraya 6. Payakumbuh
7. Tanah Datar 7. Pariaman
8. Padang Pariaman
9. Agam
10. Lima Puluh Kota
11. Pasaman
12. Pasaman Barat
Kecamatan : 179
Kelurahan/Desa : 1.158
Demografi
Jumlah penduduk : 5.441.197 jiwa
Suku-suku : 6 Suku: Minangkabau, Mandailing, Jawa, Mentawai,
Batak, Tionghoa
Bahasa : 6 Bahasa: Minang, Melayu, Mandailing, Mentawai,
Tamil, Batak
Agama : Islam, Kristen Protestan, Katolik, Buddha, Hindu
Kebudayaan  
Adat Istiadat : Upacara Turun Mandi, Balimau, Makan Bajamba,
Batagak Pangulu, Batagak Kudo-kudo, Tabuik, Pacu
Jawi, Pacu Itiak
Kesenian : Tari Piring, Tari Payung, Tari Indang, Tari Lilin, Tari
Pasambahan Minang, Babiola, Tari Benten, Tari
Sikambang Manih, Tari Kain, Talempong Unggan,
Diki Pano, Randai-randai, Tabuik-tabuik, Silat-silat
Ekonomi  
Hasil Bumi : Batubara, Batu Besi, Batu Galena, Timah Hitam,
Seng, Mangan, Emas, Batu Kapur (semen), Kelapa
Sawit, Kakao, Gambir
Mata pencaharian penduduk : Pertanian, Pertambangan, Industri

 

Sumber: https://www.sumbarprov.go.id/