Mengenal Provinsi Kalimantan Barat, Kebudayaan Beserta Keseniannya

KOLASE KALBAR DAN TUGU KHATULISTIWA

Provinsi Kalimantan Barat

Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda berdasarkan Keputusan Gubernur Jenderal yang dimuat dalam STB 1938 Nomor 352, antara lain mengatur dan menetapkan bahwa ibukota administratif Gouvernament Borneo berkedudukan di Banjarmasin dibagi atas dua Residentir, salah satu diantaranya adalah Residentie Westerafdeeling Van Borneo dengan ibukota Pontianak yang dipimpin oleh seorang Residen. Pada tanggal 1 Januari 1957 Kalimantan Barat resmi menjadi provinsi yang berdiri sendiri di Pulau Kalimantan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 tanggal 7 Desember 1956. Undang-Undang tersebut juga menjadi dasar pembentukan dua provinsi lainnya di pulau terbesar di Nusantara itu. Kedua provinsi tersebut adalah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

Wilayah Kalimantan Barat termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara asing, yaitu dengan Negara Bagian Serawak, Malaysia Timur. Bahkan dengan posisi ini, maka daerah Kalimantan Barat kini merupakan satu-satunya Provinsi di Indonesia yang secara resmi telah mempunyai akses jalan darat untuk masuk dan keluar dari negara asing. Hal ini dapat terjadi karena antara Kalbar dan Sarawak telah terbuka jalan darat antar negara Pontianak – Entikong – Kuching (Sarawak, Malaysia) sepanjang sekitar 400 km dan dapat ditempuh sekitar enam sampai delapan jam perjalanan.

Unsur FORKOPIMDA (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah)
1 Gubernur Kalimantan Barat
2 Ketua DPRD Kalimantan Barat
3 Kapolda Kalimantan Barat
4 Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat
5 Pangdam Kodam XII/Tanjungpura
   
Nama Pejabat
Gubernur : H. Sutarmidji, S.H., M.Hum.
Wakil Gubernur : Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H.
Sekretaris Daerah : A. L. Leysandri, S.H.
   
DPRD    
Ketua : M. Kebing
Wakil : 1. Prabasa Anantur
2. Sy. Amin Amuhammad
3. Suriansyah
Sekretaris : Marjani, S.E., M.Si.
Kepartaian : 1. PDI-P 7. Hanura
2. Golkar 8. PKIPI
3. NasDem 9. Perindo
4. Gerindra 10. PAN
5. Demokrat 11. PKS
6. PKB 12. PPP
Topografi  
Status :
Letak :  2° 05’ LU – 3° 05’ LS dan 108° 30’ – 114° 10’ BT
Luas Wilayah : 147. 307 km2
Ketinggian Rata-Rata :
Batas Wilayah
– Sebelah Utara : Malaysia dan Prov. Kaltim
– Sebelah Selatan : Prov. Kalteng dan Laut Jawa
– SebelahTimur : Prov. Kalteng dan Prov. Kaltim
– Sebelah Barat : Selat Karimata
Cakupan Wilayah  
 
– Pulau : 243
– Gunung : 34
– Sungai : 7
Ibu Kota : Pontianak
Kabupaten/Kota : 12 Kabupaten : 2 Kota :
1. Sambas 1. Pontianak
2. Mempawah 2. Singkawang
3. Sanggau
4. Ketapang
5. Sintang
6. Kapuas Hulu
7. Bengkayang
8. Landak
9. Sekadau
10. Melawi
11. Kayong Utara
12. Kubu Raya
Kecamatan : 174
Kelurahan/Desa : 2.130
Demografi
Jumlah penduduk : 5.457.352 jiwa (Dukcapil Kalbar 2020)
Suku-suku : Dayak, Melayu, Tionghoa, Bugis, Jawa, Madura,
Minangkabau, Sunda, Batak
Bahasa : Dayak, Melayu, Tionghoa, Bakatik, Bukat, Galik,
Kayaan
Agama : Islam, Kristen Protestan, Katolik, Buddha, Konghucu,
Hindu
Kebudayaan  
Adat Istiadat : Robo-robo, Makan Saprahan, Terempoh, Telingaan
Aruu, Kwangkey, Kaharingan, Pengerih
Kesenian : Tari Gantar, Tari Ajat Temuai Datai, Tari Monong,
Tari Kinyah Uut Danum, Tari Pinggan, Tari Bopureh,
Tari Jepin, Tari Jonggan, Tari Kondan, Tari Ayun
Pala, Tari Menoreh Getah
Ekonomi  
Hasil Bumi : Bauksit, Kelapa Sawit, Karet, Kelapa, Emas, Perak,
Batubara, Intan, Nikel
Mata pencaharian : Petani, Nelayan, Penambang, Buruh
penduduk

Sumber: https://kalbarprov.go.id/

kj