Mengenal Provinsi Bengkulu, Kebudayaan Beserta Keseniannya

Kolase Bengkulu dan Tugu Pers

Provinsi Bengkulu

Di wilayah Bengkulu pernah berdiri kerajaan-kerajaan yang berdasarkan etnis seperti kerajaan Sungai Serut, kerajaan Selebar, kerajaan Patpetulai, kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung dan Kerajaan Marau Riang dibawah Kesultanan Banten mereka menjadi vazal. Sebagian wilayah Bengkulu, juga pernah berada dibawah kekuasaan Indera Pura semenjak abad ke XVII.

Berithis East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada bengcoolen/ coolen yang berasal dari bahasa Inggris Cut Land yang berarti Tanah Patah. Wilayah ini adalah wilayah patahan Gempa Bumi yang paling aktip di dunia dan kemudian gudang penyimpanan ditempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu. Saat itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralp Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagangan lada setalah pelabuhan Banten jatuh ketangan VOC, dan EIC dilarang berdagang disana. Traktat dengan kerajaan Selebar pada tanggal 12 tahun 1685 mengijinkan Inggris untuk mendirikan Benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan tahun 1685 disekitar Muara Sungai Serut.

Pada tahun 1930-an Bengkulu menjadi tempat pembuangan sejumlah aktifis pendukung kemerdekaan termasuk Soekarno. Dimasa inilah Soekarno berkenalan dengan Fatmawati yang kelak menjadi istrinya. Setelah kemerdekaan Indonesia, Bengkulu menjadi keresidenan dalam Provinsi Sumatera Selatan. Baru sejak tanggal 18 November 1968 ditingkatkan statusnya menjadi Provinsi ke-26 termuda setelah Timor-timur.

Wilayah Provinsi Bengkulu yang dibentuk berdasarkan UU No. 9 tahun 1967 tersebut meliputi wilayah bekas Keresidenan Bengkulu dengan luas wilayahnya 19.813 km2, terdiri dari empat Daerah Tingkat II, yaitu Kotamadya Bengkulu yang terdiri dari dua kecamatan, Kabupaten Bengkulu Utara (ibukota Argamakmur) yang terdiri dari 13 kecamatan, Kabupaten Bengkulu Selatan (ibukota Manna) yang terdiri dari 11 kecamatan, dan Kabupaten Rejang Lebong (ibukota Curup) yang terdiri dari 10 kecamatan.

Unsur FORKOPIMDA (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah)
1 Gubernur Bengkulu
2 Ketua DPRD Bengkulu
3 Kapolda Bengkulu
4 Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu
5 Pangdam Kodam II/Sriwijaya
   
Nama Pejabat
Gubernur : Dr. H. Rohidin Mersyah
Wakil Gubernur : H. Dedy Ermansyah, S.E.
Sekretaris Daerah : Drs. Hamka Sabri, M.Si.
   
DPRD    
Ketua : Ihsan Fajri
Wakil : 1. Samsu Amanah
  2. Suharto
  3. Erna Sari Dewi
Sekretaris : Syofwin Syaiful, S.H.
Kepartaian : 1. PKB 7. PPP
  2. Gerindra 8. PAN
  3. PDI-P 9. Hanura
  4. Golkar 10. Demokrat
  5. Nasdem 11. PKPI
  6. PKS 12. Perindo
   
Topografi    
Status :
Letak : 2º16′ – 5º31′ LS, 101º01′ – 103º46′ BT
 
Luas Wilayah : 19.788.70 km2
Ketinggian Rata-Rata :
Batas Wilayah  
– Sebelah Utara : Prov. Sumatera Barat
– Sebelah Selatan : Prov. Lampung
– SebelahTimur : Prov. Jambi dan Prov. Sumatera Selatan
– Sebelah Barat : Samudera Hindia
Cakupan Wilayah    
– Pulau : 10
– Gunung : 8
– Sungai : 1
Ibu Kota : Bengkulu
Kabupaten/Kota : 9 Kabupaten : 1 Kota :
  1. Bengkulu Tengah 1. Bengkulu
  2. Bengkulu Selatan
  3. Bengkulu Utara
  4. Kaur
  5. Kepahiang
  6. Lebong
  7. Rejang Lebong
  8. Mukomuko
  9. Seluma
Kecamatan : 36
Kelurahan/Desa : 1.513
 
Demografi  
Jumlah penduduk : 2.019.800 jiwa
Suku-suku : 16 Suku: Mukomuko, Pekal, Rejang, Lembak,
  Serawai, Basemah, Kaur, Enggano, Jawa,
  Minangkabau, Sunda, Melayu Bengkulu,
  Batak, Bali, Bugis, Tionghoa
Bahasa : 6 Bahasa: Rejang, Basemah, Enggano, Kaur,
  Lampung, Melayu, Pekai, Serawai
 
Agama : Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu,
  Budha
   
Kebudayaan    
Adat Istiadat : Menduduk Dukun, Upacara Memberi Nama,
  Buang Cumang, Sunat Rasul, Memadu Rasan,
  Berdabung, Bimbang Gendang, Akad Nikah,
  Bersanding, Khatam Qur’an, Upacara Tabot,
  Upacara Kematian, Kedurai, Sedekah Rame,
  Buang Jung, Bayar Sat
Kesenian : Tari Bimbang Andun, Kain Panjang, Bidadari
  Tenimang Anak, Tabot, Ding Kididing dan
  Tari Gereguak
Ekonomi    
Hasil Bumi : Batubara, Emas, Pasir Besi, Batu Apung,
  Bentonit, Kelapa Sawit, Karet, Kopi, Teh,
  Kakao
Mata pencaharian : Petani, Pedagang, Nelayan, Buruh
penduduk    

 

Sumber: https://bengkuluprov.go.id/