Mengenal Proses Produksi Pulp (Bubur Kertas) Dan Kertas (2)

tempat penumpukkan chip (chip yard)
tempat penumpukkan chip (chip yard)

Catatan: Fadmin Malau

(Bagian kedua dari tiga tulisan)

Dalam pembuatan kertas ada 4 (empat) proses, Mekanis, Kimia, Semikimia dan Biologi. Untuk itu proses yang dilalui yakni; Wood Preparation adalah proses tahap awal persiapan kayu sebagai bahan baku yang dijadikan serpihan kayu (chip).

Ceritanya, potongan kayu dari Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan panjang 2-3 meter dan diameter sekitar 30 cm diangkut dan ditumpuk ditempat penumpukan kayu sementara (log yard) sekitar tiga bulan. Lantas, log kayu dikirim ke Conveyor belt menuju alat pengupas kulit (debarker) yang mana proses tersebut dinamakan Debarking.

Prosesnya kayu yang telah dikuliti lalu diumpankan ke Chipper yang berfungsi memotong kayu menjadi serpihan kayu (chip). Chip selanjutnya dikirim ke Penyaringan utama (main screening) untuk memisahkan acceptoversize, dan pin chips. Chip adalah berukuran standar yang dibawa Conveyor untuk ditumpuk ke tempat penumpukkan chip (chip yard) sebelum digunakan sebagai bahan baku pada Unit Pembuatan Pulp.

Kemudian pada proses Cooking adalah proses terpenting bertujuan melarutkan komponen lignin dalam kayu dengan menggunakan chemicals dan panas. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keseragaman kualitas pulp cooking, diperlukan kualitas chip yang baik dan seragam.

Secara umum pada industri Pulp menggunakan proses Alkali atau sering disebut dengan proses Kraft. Dalam proses Cooking berlangsung dalam vessel besar bertekanan atau sering disebut Digester. Cara kerjanya, Chips dimasukkan ke dalam Digester, bersamaan dengan chemicals serta steam. Dalam proses tersebut dengan variabel suhu, waktu, rasio dan konsentrasi chemicals harus diperhatikan dengan baik.

Lantas dalam Chemicals yang digunakan dalam Pulping Kraft sering disebut dengan “white liquor” yang mengandung NaOH dan Na2S. “White liquor” ini untuk melarutkan lignin sehingga didapat fiber yang diinginkan.

Sedangkan Lignin yang terlarut dalam “white liquor” sering disebut “black liquor” yang dalam visualnya berwarna hitam. Karena berwarna hitam maka disebut “black liquor” dan kemudian dikirim ke Chemical Recovery untuk di-recovery menjadi “white liquor”.

Tahap selanjutnya Washing yakni setelah Proses Cooking dimana pulp yang telah dihasilkan belum bersih dari lignin maka dilakukan Washing dengan menggunakan washer diffuser atau press wash. Perlu diingat untuk setiap industri memiliki tipe washer yang berbeda dan itu tidak masalah.

Kemudian tahap berikutnya, Screening yakni setelah Washing maka perlu dilakukan Screening yang secara selektif memisahkan zat-zat terlarut dari pulp. Adapun bahan-bahan yang dipisahkan  pada screening adalah Knot  atau mata kayu, Shives atau bundel dari dua atau lebih berat, Dirt atau kotoran dan plastik.

Selanjutnya, Oxygen Delignification yakni setelah proses Washing dan Screening maka dilakukan proses Oxygen Delignification yang bertujuan untuk membersihkan lignin yang masih tersisa dari pulping, sehingga dapat mengurangi jumlah lignin yang masuk proses selanjutnya. Selain itu proses tersebut dapat mengurangi konsumsi bahan kimia dalam proses Bleaching dan mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari proses Bleaching.

Lantas, Bleaching adalah meningkatkan Brightness atau kecerahan pulp, meningkatkan kebersihan pulp, mengeluarkan kotoran. Secara umum Bleaching adalah mngeluarkan sisa lignin untuk mendapatkan kecerahan pulp yang tinggi. Bleaching memiliki beberapa urutan proses (sequences) yang berbeda tergantung dari kecerahan yang diinginkan. Selain itu juga tiap tahap menggunakan chemicals yang berbeda.

Adapun beberapa chemicals yang dapat dipakai adalah Chlorine gas (C) – Chlorination; NaOH (E) – Ekstraksi; ClO2 (D) – Chlorine dioxida; NaClO / Ca(ClO)2 (H) – Hypo chloride; O2 (O) – Oksigen; H2O2 (P) – Peroxide; O3 (Z) – Ozone; EDTA (Q) – Chelating agent dan Enzyme (X).

Dalam hal Bleaching, tidak semua proses pembuatan pulp dilakukan Bleaching sebab tergantung kebutuhan. Bila dibutuhkan jenis pulp untuk pembuatan kertas kantong semen misalnya maka tidak diperlukan Bleaching. Untuk itu Pulp yang melalui proses bleaching sering disebut “bleached pulp”, sedangkan yang tidak melalui proses bleaching disebut “unbleached pulp”.

Pada beberapa industri menerapkan Integrated Mill, sehingga setelah proses Bleaching akan dilanjutkan ke proses pembuatan kertas. Bila industri kertas yang tidak terintegrasi maka pulp yang telah di-bleaching akan dilakukan proses pembentukkan lembaran pulp yang siap dikirim ke tiap pabrik kertas. (BERSAMBUNG)