Mengenal Proses Pembuatan Masker Bedah MediShield by Paseo

Pekerja mengecek masker bedah yang telah selesai diproduksi
Pekerja mengecek masker bedah yang telah selesai diproduksi

Jakarta | EGINDO.co – PT. The Univenus Cikupa yang berlokasi di Tangerang, Banten, memproduksi masker bedah “Medishield” yang membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mana setiap bulan PT Univenus dapat memproduksi 7,5 juta masker yang didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Mengutip dari laman resmi PT. The Univenus Cikupa menyebutkan masker medis atau masker bedah sangat direkomendasikan karena efektivitasnya untuk menghindari virus, bakteri maupun debu. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC Amerika Serikat telah menyebutkan bahwa penggunaan masker terbukti melindungi diri. Namun, hanya beberapa jenis masker yang terbukti ampuh seperti masker N95 yang tersebut paling efektif karena mampu menyaring partikel hingga 95%, CDC menyarankan masyarakat menggunakan masker kain yang terbuat dari 100% katun.

Baca Juga :  Foopak Bio Natura Adakan Berlomba Lingkungan Sustainable
PT. The Univenus Cikupa yang berlokasi di Tangerang, Banten, memproduksi masker bedah “Medishield”

Menurut CDC, masker kain berlapis-lapis dapat menghalangi 50% dan 80% tetesan dan partikel halus, setara dengan masker bedah. Guna memenuhi kebutuhan masyarakat melalui Asia Pulp and Paper (APP) Sinarmas telah membangun pabrik pembuatan masker medis oleh anak usahanya, yaitu PT The Univenus Cikupa yang berlokasi di Cikupa, Tangerang, Banten.

Adapun jenis masker yang diproduksi adalah masker bedah three ply (tiga lapis), dengan merk MediShield by Paseo. Tim Social Media Center Sinar Mas President Office bersama rekan-rekan media berkesempatan mengunjungi PT Univenus Cikupa. “Disini, kami diperlihatkan proses-proses yang dilakukan dalam memproduksi masker. Karena telah memiliki dua mesin masker, PT Univenus Cikupa mengklaim bisa memproduksi masker hingga 7,5 juta buah per bulan,” kata awak media.

Baca Juga :  Kertas Tjiwi Kimia Akan Tebar Dividen Sebesar US$ 5,27 Juta

Dijelaskan tahapan pertama pembuatan masker adalah menggabungkan tiga lapis kain yang akan berfungsi sebagai Filtering Facepiece Respirator (respirator wajah penyaring/FFR), atau respirator. Hal ini dilakukan sesuai standar WHO yang menyebutkan bahwa FFR harus dapat memberikan keseimbangan filtrasi dan kemudahan bernapas. Masker bedah MediShield by Paseo ini merupakan masker breathable dengan tingkat filtrasi yang sudah mencapai 99,7%. Selanjutnya, FFR akan melewati proses embossing cutting. Pada proses ini, FFR akan diberikan logo bertuliskan “MediShield” dan “Paseo” untuk kebutuhan branding.

Proses selanjutnya adalah penempelan earloop atau tali pengait teling. Sebelum dikemas, masker-masker yang telah diproduksi akan diuji di laboratorium untuk uji kelayakan. Disini, masker-masker tersebut akan diuji ketahanannya dalam menahan udara dan cairan.@

Baca Juga :  APP Sinarmas Dukung FOLU NET SINK Indonesia 2030

Bs/fd/timEGINDO.co

Bagikan :