Mengenal Glioblastoma, Kanker Otak Yang Diidap Agung Hercules

(idntimes)
(idntimes)

Jakarta | EGINDO.co – Media sosial dihebohkan dengan potret selebriti berotot kekar, Agung Hercules, yang berada di ranjang rumah sakit, berbadan kurus dan botak. Agung dikatakan mengidap penyakit kanker di otak kiri, jenis glioblastoma stadium IV.

Kanker otak terdiri dari beberapa jenis seperti glioma, meningioma, medulloblastoma, ganglioglioma, neurilemmoma, dan craniopharyngiomas.Tak seperti kanker pada organ lain seperti paru-paru atau payudara, kanker otak jarang menyebar ke organ lain.

Dalam ketentuan medis, glioblastoma seperti yang diderita Agung Hercules merupakan jenis kanker otak yang termasuk dalam astrositoma yang merupakan bagian dari glioma. Glioma merupakan istilah umum untuk tumor yang dimulai dalam sel glial. Tumor ini tumbuh dengan cepat. Data American Cancer Society menyebut, 3 dari 10 tumor otak adalah glioma.

Tumor jenis ini lebih banyak diidap pria dibandingkan wanita, dan risikonya kemungkinan makin besar seiring bertambahnya usia. Tumor ganas ini biasanya tumbuh di salah satu sisi otak dan bisa menyebar melalui serat saraf penyambung (corpus callosum) ke sisi otak lainnya. Glioblastoma sangat jarang menyebar di luar otak.

Sementara astrositoma merupakan tumor yang dimulai pada astrosit di sel glial. Sebanyak dua dari 10 kanker otak adalah astrositoma. Astrositoma terdiri dari empat stadium. Glioblastoma merupakan tingkatan paling tinggi atau ke-IV.

Karena glioblastoma tumbuh dengan cepat, tekanan pada otak biasanya adalah gejala pertama, tergantung di mana tumornya, maka glioblastoma bisa menyebabkan:

– Sakit kepala yang konstan
– Kejang
– Muntah
– Masalah berpikir
– Perubahan suasana hati atau kepribadian
– Pandangan kabur atau ganda
– Kesulitan berbicara

Hingga saat ini, penyebab sebagian besar tumor otak masih belum diketahui. Namun, beberapa faktor risiko disebut dapat memicu kanker di otak. Faktor risiko itu meliputi gen atau keturunan, paparan radiasi, sistem imun rendah, dan gaya hidup tidak sehat.

Meski memiliki tingkat kelangsungan hidup yang rendah, para ahli terus berusaha untuk menemukan berbagai jenis pengobatan dan perawatan untuk kanker otak.

 

(ghi)