Oleh: Fadmin Malau
KETIKA ditanya kepada mereka yang berumur 60 tahun keatas tentang apa itu Pegadaian maka yang acapkali terucap dari mereka yang ditanya mengatakan mengatasi masalah tanpa masalah. Hal itu juga terucap dari mulut Nurdin Ahmad Tanjung (62 tahun) ketika penulis bertanya kepada pak Nurdin apa yang diketahuinya tentang pegadaian.
Agak berbeda dengan generasi millinial atau generasi Z (Gen Z) bila diajukan pertanyaan apa yang diketahuinya tentang Pegadaian, jawabannya bermacam-macam tetapi hampir tidak ada yang mengatakan Pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah. Generasi millinial atau gen Z akan mengatakan Pegadaian mengemaskan Indonesia. Kalau ditanya dalam bentuk pertanyaan tertulis maka dituliskannya dengan #mengEMASkanindonesia.
Pertanyaan selanjutnya kepada pak Nurdin. Mengapa kalau disebut tentang Pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah. Dijawab olehnya karena orang-orang seusianya, orang-orang yang hidup se-zaman-nya kalau ada masalah keuangan maka akan mencari kantor Pegadaian untuk menggadaikan barang miliknya ke kantor Pegadaian terdekat agar mendapatkan sejumlah uang. “Tentunya uang yang didapatkan itu digunakan untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapinya, umumnya masalah kebutuhan primer yang mendesak seperti perlu membayar uang sekolah anak, atau perlu membeli beras dan kebutuhan lainnya,” kata Nurdin Ahmad menjelaskan.
Ternyata apa yang dikatakan pak Nurdin itu adalah motto dari Pegadaian. Bila mencermati motto Pegadaian yakni Mengatasi Masalah Tanpa Masalah merupakan cerminan dari visi Pegadaian sebagai lembaga keuangan non-perbankan yang menyediakan solusi finansial mudah, cepat, dan aman bagi masyarakat tanpa menimbulkan masalah baru.
Menurut hasil pengamatan dan survai sederhana yang dilakukan penulis belum lama ini bahwa sebagian besar masyarakat masih memahami Pegadaian sebagai tempat mengatasi masalah keuangan yang dialami seseorang dan harus segera dapat diatasi disebab untuk mengatasi masalah utama dalam kebutuhan hidup sehari-harinya. Artinya Pegadaian mengatasi masalah kebutuhan primer kehidupan sehari-hari, Pegadaian bagi seseorang atau sekelompok orang bukan untuk kebutuhan agar hidup makmur atau hidup dalam hidup kekayaan.
Pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah memang sudah diakui dan dirasakan masyarakat secara umum atau hampir semua masyarakat ketika dilanda masalah keuangan yang harus segera diatasi maka cara mengatasinya dengan meminjam uang kepada pihak lain karena memang tidak memiliki uang kontan meskipun masih memiliki barang yang punya nilai uang maka barang itu bisa digadaikan.
Masyarakat paham menggadaikan barang atau barang digadaikan bermakna melakukan tindakan menyerahkan barang berharga sebagai jaminan (agunan) untuk mendapatkan pinjaman uang tunai dalam jangka waktu tertentu. Masyarakat juga paham bila peminjam tidak melunasi utangnya sesuai kesepakatan, maka pihak pemberi pinjaman berhak menjual atau melelang barang jaminan tersebut untuk menutupi utang. Masyarakat paham itu dan menilai tidak ada masalah dengan kesepakatan yang ada. Namun, yang penting masalah keuangan mendesak bisa diatasi maka dikatakan mengatasi masalah tanpa masalah.
Nurdin Ahmad Tanjung seorang dari banyak orang seusianya yang paham tentang Pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah. “Yah, kalau tidak dapat memenuhi kesepakatan, kita harus ikhlas barang yang menjadi jaminan atau agunan itu terpaksa dijual atau dilelang untuk menutupi utang, tapi itu tidak masalah karena peminjam juga tidak dirugikan,” katanya.
Berubah Untuk Naik Tingkat
Bagi generasi seumur pak Nurdin Ahmad Tanjung memahami betul Pegadaian sebagai tempat mengatasi masalah tanpa masalah. Lain halnya dengan generasi diatas umur pak Nurdin bahwa memahami Pegadaian itu sebagai perusahaan bagi solusi keuangan yang mudah, nyaman, dan dapat diandalkan akan tetapi juga sebagai sarana bagi pertumbuhan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimana sebuah tagline muncul yakni “Pegadaian mengEMASkan Indonesia #mengEMASkanindonesia”
Mengapa muncul kata emas? Hal itu dinilai oleh para generasi muda sekarang ini karena emas sebagai simbol kemakmuran dan Pegadaian sebagai sebuah perusahaan kini juga memiliki produk dan layanan berbasis emas. Kini Pegadaian menyediakan solusi keuangan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan melalui berbagai produk seperti tabungan emas, gadai, dan pembiayaan lainnya, sehingga dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Apa itu Pegadaian Tabungan Emas? Hal itu sebuah layanan investasi emas digital dari PT Pegadaian, dimana nasabah membuka rekening dan menabung emas secara mudah dan aman melalui aplikasi Pegadaian Digital atau pada kantor cabang. Nasabah dapat membeli emas mulai dari 0,01 gram, dan kemudian mengkonversinya menjadi emas fisik, atau menggadaikan saldo tabungannya. Artinya, Pegadaian Tabungan Emas satu layanan penitipan saldo emas yang memudahkan masyarakat untuk berinvestasi emas.
Bagi masyarakat Pegadaian Tabungan Emas sama dengan sesederhananya menabung emas dalam saldo digital. Sederhananya sama dengan seperti tabungan bank atau menabung di bank, dimana pembelian pertama mulai dari 0,01 gram emas. Pembukaan rekening dan transaksi dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Pegadaian Digital atau di outlet Pegadaian terdekat. Emas yang ditabung pada Pegadaian dijamin 24 karat dan keamanannya terjamin, sehingga tidak perlu khawatir. Saldo emas dapat dicetak menjadi emas batangan atau kepingan, atau ditukarkan menjadi uang tunai sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Sedangkan dalam pengelolaan rekening Tabungan Emas memiliki biaya pengelolaan yang ringan dan saldo emas yang dimiliki dapat digadaikan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman, sehingga lebih aman dan terpercaya. Sementara itu persyaratan pembukaan rekening Tabungan Emas, hanya perlu Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan membuat Aplikasi Pegadaian Digital atau datang ke cabang Pegadaian terdekat.
Transformasi Digital, Pegadaian Kenalkan Aplikasi Terbaru
Penulis mengutip siaran pers atau keterangan resmi dari PT Pegadaian pada Selasa (23/9/2025) yang menyebutkan bahwa PT Pegadaian mengambil langkah strategis ditengah tren kenaikan harga emas global yang signifikan. Menyikapi meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas, Pegadaian secara resmi memulai soft launch aplikasi terbarunya.
Direktur TI & Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, mengungkapkan bagaimana keseriusan Pegadaian dalam mengembangkan dan memastikan aplikasi tersebut akan memberikan pengalaman dan pelayanan yang optimal dalam menjawab kebutuhan masyarakat. “Sebagai langkah awal, Pegadaian memulai tahap soft launch aplikasi dengan skema partial release kepada sebagian nasabah digital terpilih. Tahap terbatas ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sistem dan pengalaman pengguna yang optimal sebelum peluncuran penuh,” ujar Yos.
Tidak dipungkiri, penguatan harga emas dunia telah membuat aset yang santer disebut ‘safe haven’ ini menjadi instrumen investasi pilihan utama masyarakat Indonesia. Terbukti, harga emas Antam melonjak dari Rp 1.460.000 per gram pada 20 September 2024 menjadi Rp 2.122.000 per gram setahun kemudian. Terjadi kenaikan sekitar 45% Year-to-Date (YtD), menegaskan posisi emas sebagai aset lindung nilai yang sangat relevan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sejalan dengan fenomena tersebut, peningkatan juga terjadi pada transaksi di layanan digital Pegadaian, khususnya pada produk berbasis emas, seperti Tabungan Emas hingga Cicil Emas. Hingga September 2025, aplikasi Pegadaian Digital dan Pegadaian Syariah Digital telah mencatatkan lebih dari 20 juta transaksi dengan pertumbuhan luar biasa, mencapai 253,9% YtD.
Aplikasi generasi terbaru ini dirancang sebagai ekosistem keuangan digital terintegrasi. Melalui satu platform, nasabah akan lebih mudah mengakses berbagai layanan seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, pembiayaan, investasi, hingga layanan gaya hidup lainnya.
Dengan inovasi ini, Pegadaian menegaskan perannya sebagai pionir ekosistem keuangan berbasis emas di Indonesia. Aplikasi terbaru ini akan segera hadir untuk memperkuat transformasi digital perusahaan sekaligus memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih mudah, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Publik dapat menantikan kehadiran aplikasi ini sebagai tonggak penting bagi Pegadaian dalam memberikan kontribusi nyata terhadap literasi dan inklusi keuangan nasional.
Dari siaran pers atau keterangan resmi dari PT. Pegadaian, bahwa Pegadaian kini tidak hanya seperti yang ada dalam pikiran pak Nurdin Ahmad Tanjung bahwasanya orang-orang yang datang ke kantor Pegadaian karena sedang dilanda masalah ketidakadaan uang kontan yang dimiliki, sementara uang kontan sangat dibutuhkan untuk membeli sesuatu yang harus segera dibeli. Namun, memiliki barang yang memiliki nilai uang dan dapat dijadikan jaminan atau agunan di Pegadaian untuk mendapatkan uang kontan dalam mengatasi masalah yang ada sehingga masalah dapat diatasi maka Pegadaian mengatasi masalah tanpa masalah.
Tentunya pak Nurdin Ahmad Tanjung tidak salah dan memang Pegadaian masih tetap menjalankan fungsinya mengatasi masalah tanpa masalah. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi digital yang memberikan banyak kemudahan, Pegadaian berinovasi, muncul sebuah tagline yakni “Pegadaian mengEMASkan Indonesia #mengEMASkanindonesia”
Makna yang hadir dibalik tagline MengEMASkan Indonesia, Pegadaian memiliki tujuan memberdayakan masyarakat dan ekonomi bangsa Indonesia menuju kemakmuran dan masa depan yang gemilang. Diambil emas sebagai simbol kemakmuran, emas digunakan sebagai simbol dari nilai, keberlanjutan, dan investasi yang dapat membantu masyarakat membangun kehidupan yang lebih baik.
Selaras dengan inklusi keuangan, Pegadaian menyediakan solusi keuangan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan melalui berbagai produk seperti tabungan emas, gadai, dan pembiayaan lainnya, sehingga dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai Pegadaian melalui produk dan layanan yang dimilikinya berupaya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di seluruh penjuru negeri. Semoga.
***
Penulis adalah Wartawan media online EGINDO.com