Mengapa Harus Ada Hari Buruh se-Dunia 1 Mei

Fadmin Malau
Fadmin Malau

Catatan: Fadmin Malau

Mengapa harus Ada Hari Buruh se-Dunia 1 Mei? Pertanyaan ini banyak dipertanyakan masyarakat.

Ya, hari ini 1 Mei 2026 masyarakat dunia memperingati Hari Buruh Internasional atau yang populer dengan sebutan May Day. Di Indonesia kini peringatan Hari Buruh Internasional ini menjadi hari libur nasional. Luar biasa menambah panjang hari libur nasional.

Memang May Day dirayakan sebagai bentuk penghormatan bagi para pekerja sekaligus menjadi wadah untuk meminta kondisi kerja yang layak. Pasalnya setiap tahun, Organisasi Buruh Internasional atau ILO merilis tema khusus untuk memperingati hari buruh. Tahun 2026 ini, ILO mengangkat tema Memastikan Lingkungan Kerja Psikososial yang Sehat (Ensuring a Healthy Psychosocial Working Environment).

Artinya, semangat perjuangan buruh tetap menggema di berbagai belahan dunia melalui aksi massa maupun diskusi terbuka dan sejarah singkat Hari Buruh Internasional cukup panjang terbuktir dari perjalanan sejarah Hari Buruh yang panjang.

Berawal dari perjuangan dimulai pada Mei 1886 saat sekitar 400.000 pekerja di Amerika Serikat menggelar demonstrasi besar-besaran dimana beban kerja sebelum adanya aturan resmi, buruh wajib bekerja selama 12 jam sehari atau 7 hari kerja dalam seminggu.

Kemudian muncul tuntutan para pekerja menuntut pemangkasan waktu kerja menjadi 8 jam sehari. Selanjutnya tragedi Haymarket pada 4 Mei 1886, unjuk rasa di Chicago yang semula damai berubah menjadi ricuh.

Lalu simbol global peristiwa yang dikenal sebagai Kerusuhan Haymarket (Haymarket Riot) menjadi simbol perlawanan dan perjuangan hak-hak pekerja di seluruh dunia. Pasca rentetan aksi tersebut, pada tahun 1892, kebijakan jam kerja 8 jam sehari akhirnya disahkan di Amerika Serikat. Akhirnya kemudian menjadi standar ketenagakerjaan global yang diadopsi oleh banyak negara, termasuk Indonesia.

Kini, para buruh terus merawat semangat para pendahulu mereka. Di Indonesia, setiap tanggal 1 Mei, berbagai elemen pekerja memanfaatkan momen ini untuk menyalurkan aspirasi terkait perlindungan hak, upah minimum, hingga jaminan kesehatan dan hak cuti.

Perjuangan buruh yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad tersebut membuahkan hasil nyata yang dinikmati pekerja modern saat ini, seperti pembatasan jam kerja maksimal, penetapan upah minimum yang layak, hingga hak mendapatkan upah saat menjalani cuti atau saat sedang sakit.

Aksi memperingati May Day biasanya diisi dengan turun ke jalan melakukan demonstrasi damai di pusat-pusat kota atau penyampaian tuntutan kepada pemerintah guna memastikan kesejahteraan tenaga kerja tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan ekonomi nasional.

Ya, selamat Hari Buruh Internasional, selamat memperingati May Day dan para buruh terus merawat semangat para pendahulunya.@

***

Penulis adalah mantan Ketua Serikat Pekerja (Kahut) satu perusahaan go internasional di Sumatera Utara.

Scroll to Top