Menciptakan Kesehatan Kerja

keselamatan
Keselamatan, kesehatan dalam bekerja

Oleh: Fadmin Prihatin Malau

Banyak yang kurang (tidak) paham bahwa kondisi kesehatan seseorang itu dapat dipengaruhi oleh pekerjaan yang dilakukannya. Namun, hal itu bukan berarti seseorang itu tidak boleh bekerja. Manusia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan manusia juga butuh menjaga kesehatannya harus tetap sehat. Keduanya harus berjalan seiring, tidak boleh tidak, sehingga manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan manusia juga tetap sehat. Ingat, hanya dengan kondisi tubuh yang sehat baru dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik

Ketika manusia bekerja, apa pun jenis pekerjaannya pasti berpotensi mengganggu kesehatan si pekerja. Potensi mengganggu kesehatan ini tidak sama untuk semua pekerjaan, berbeda-beda tergantung dari jenis dan resiko kerja. Namun, sekecil apapun potensi mengganggu kesehatan pekerja harus ditanggapi dengan serius.

Menciptakan kesehatan kerja dilakukan untuk memproteksi si pekerja terganggu kesehatannya, baik dalam waktu kini dan waktu mendatang. Seorang pekerja harus selalu ingat akan kesehatannya dan harus mengutamakan kesehatannya karena seorang pekerja baru dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan benar bila dirinya sehat.

Langkah pertama dan terutama seorang pekerja ketika bekerja harus selalu berpedoman kepada Standart Operational Procedure (SOP) kerja. Bila SOP dilaksanakan dengan baik dan benar maka pintu masuk untuk menciptakan kesehatan kerja. Berikutnya perhatikan tingkat resiko kerja, tingkat dampak kerja terhadap kesehatan dan tetap lakukan SOP kerja untuk meminimalkan dampak gangguan kesehatan.

Ingat, pekerja dengan kondisi kesehatan terjaga akan menguntungkan si pekerja, perusahaan (pengusaha) dan seluruh masyarakat yang ada pada lingkungan kerja.

Budayakan SMK3

Menciptakan kesehatan kerja tidak mudah. Setelah si pekerja melaksanakan SOP kerja dengan baik dan benar maka selanjutnya pihak pengusaha (perusahaan) menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada lingkungan kerja agar kesehatan kerja bagi semua pekerja dan lingkungannya dapat terwujud.

Budayakan SMK3 meskipun di Indonesia sudah ada Bulan K3 karena keberhasilan menciptakan kesehatan kerja adalah apabila semua pekerja sudah mengetahui dan memahami SMK3 secara baik dan mau melaksanakannya secara bersama-sama dengan semua pekerja yang ada, tidak boleh ada satu orangpun yang tidak melaksanakannya.

Contoh sederhana, bila pada satu area kerja dilarang merokok (no smoking) maka seluruh pekerja yang ada pada area itu tanpa terkecuali harus mematuhinya. Apa bila tidak maka semua pekerja akan terganggu kesehatannya dan juga keselamatannya apa bila area kerja itu membahayakan bila ada pekerja yang merokok.

Kesehatan dan keselamatan kerja selalu beriringan. Tidak mungkin seorang pekerja itu sehat apabila tidak selamat maka harus selamat dahulu baru kemudian sehat. Keselamatan kerja menjadi sangat penting untuk mewujudkan kesehatan pekerja.

Contoh sederhana lagi, satu lokasi kerja yang sehat akan tetapi rawan kecelakaan seperti berpotensi terjadi kebakaran maka lokasi kerja itu harus memiliki SOP untuk mencegah, mengatasi kebakaran dan perangkat untuk pemadaman kebakaran serta zona aman menyelamatkan diri apa bila terjadi kebakaran.

Kondisi lokasi (area) kerja yang belum memiliki SOP dan SMK3 untuk mencegah, mengatasi kebakaran dan perangkat untuk pemadaman kebakaran serta zona aman menyelamatkan diri apa bila terjadi kebakaran belum semua area kerja dilaksanakan sehingga acapkali ada berita yang memberitakan adanya korban jiwa dari peristiwa kebakaran di lokasi kerja dan juga rumah.

Tegasnya, budaya SMK3 harus semua pekerja mengetahui potensi gangguan kesehatan yang bakal muncul dan potensi kecelakaan kerja yang bakal terjadi. Untuk itu pihak pengusaha (perusahaan) harus mensosialisasikannya dan pihak pekerja harus melaksanakannya dengan baik dan benar.

Selalu Dalam Kondisi Sehat

Biasanya hakim bila ingin memulai pertanyaan kepada terdakwa, saksi pada satu persidangan selalu bertanya, apakah saat itu terdakwa atau saksi dalam kondisi sehat jasmani dan rohani? Seharusnya ketika hendak melakukan pekerjaan apapun juga sebaiknya semua kita bertanya kepada diri sendiri apakah saat itu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.

Bila jawabannya iya, maka bertanya lagi apakah area (lokasi), apakah cara kerja yang bakal dikerjakan itu sudah sesuai dengan SOP kerja. Bila jawabannya juga iya maka barulah bekerja. Contoh sederhana, seorang wartawan yang akan memulai kerja yakni menulis berita. Apakah sudah sesuai dengan SOP kerja? Artinya, perhatikan penerangan ketika akan menulis di depan komputer atau laptop, perhatikan posisi duduk ketika ingin menulis berita dan lainnya.

Sederhana memang akan tetapi bisa berdampak kepada kesehatan si wartawan atau si pekerja apa pun itu. Misalnya pekerja yang berada pada lokasi berdebu, harus mempergunakan masker atau alat penutup mulut dan hidung, pekerja yang berada pada lokasi kebisingan harus mempergunakan alat penutup telinga dan lainnya.

Seorang pekerja harus selalu bertanya kepada dirinya sendiri ketika akan memulai pekerjaan. Apakah pekerjaan yang akan dikerjakannya itu sudah sesuai dengan SOP dan SMK3 yang ada. Bila jawabnya iya maka mulailah melaksanakan pekerjaan. Bila tidak (belum) maka urungkan pekerjaan itu dan usahakan sesuai dengan SOP dan SMK3 sehingga kesehatan pkerja dapat terjaga dan juga sekaligus terhindar dari kecelakaan kerja yang dapat menimbulkan cacat tubuh atau korban jiwa.

Dua pertanyaan yang selalu ditanyakan pada diri sendiri. Pertama, apakah tempat saya bekerja saat ini sudah dalam kondisi sehat? Kedua, apakah cara saya bekerja ini sudah dalam keadaan sehat? Dua pertanyaan ini harus selalu ditanyakan pada diri sendiri dan sudah dipahami apa saja yang harus dilakukan agar dalam bekerja kesehatan tidak terganggu. Ingat, menciptakan kesehatan kerja satu upaya besar menjaga kesehatan para pekerja.

***