Menawarkan Lowongan Kerja Freelance via WA, Awas Penipuan

Isi Chat Whatsapp yang mengaku dari salah satu staff Agency yaitu Flycast Agency
Isi Chat Whatsapp yang mengaku dari salah satu staff Agency yaitu Flycast Agency

Medan | EGINDO.co – Sore itu, saya lagi ada pertemuan dengan masyarakat peduli heritage disebuah hotel di Medan dan menanti sesi untuk jadi pembicara dalam pertemuan itu. Tiba-tiba ada chat Whatsapp masuk dari yang mengaku salah satu staff Agency yaitu Flycast Agency menawarkan pekerjaan sampingan dari rumah.

Pertama membaca chat Whatsapp  (WA) dari yang mengaku salah satu staff Agency itu senang sekali. Sudah pastilah siapa coba yang tidak ingin dapat penghasilan tambahan?. Manusiawikan, dapat tawaran kerjaan Part Time. Langsung yakin sebab ketika membaca huruf per huruf dari chat yang nomornya belum ada di handphone sangat meyakinkan. Salah satu kalimat yang disampaikan adalah “Saya mengetahui nomer kakak dari Database JobStreet,” tulisnya.

Benar saya anggota JobStreet itu. Mungkin karena saya sedang persiapan untuk tampil dalam pertemuan itu tidak teringat berpikir lagi apakah benar dari Database JobStreet atau tidak. Belum sempat mengiyakan tawaran itu, beberapa saat lagi saya harus pindah tempat duduk, dari meja bundar ke depan pada meja panjang, tempat duduk para penelis. Pembawa acara memanggil untuk datang ke depan bersama pembicara lainnya. Akhirnya apa yang diminta dari WA itu tidak jadi direspon.

Baca Juga :  15.851 Kasus Baru Covid-19 Di Singapura, 6 Meninggal

Usai pertemuan dan kembali ke rumah malam hari saya sempatkan untuk googling nama Flycast Media itu dan ternyata homebasenya ada di London dan ada salah satu judul di page one yang menuliskan “Flycast Media recruitment penipuan gak sih”

Kemudian saya menemukan sebuah berita berjudul, “Chat Tawaran Kerja Freelance Ramai di WhatsApp, Awas Penipu” Isi beritanya menyebutkan modus penipuan baru melalui WhatsApp kembali muncul. Chat berisi tawaran pekerjaan ini berakhir dengan korban yang kehilangan sejumlah uangnya.

Pakar Keamana Siber, Alfons Tanujaya menjelaskan penipuan ini dimulai saat nomor korban dihubungi penipu. Mereka akan menawarkan pekerjaan freelance dengan iming-iming menggiurkan yakni jam kerja fleksibel, dari mana saja dan tanpa target. “Dan cukup subscribe channel medsos saja sudah bisa mendapatkan uang tunai 900 ribu sampai 1,8 juta rupiah setiap hari. Benar-benar kerjaan impian masa kini,” kata Alfons dalam keterangan yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (31/5/2023).

Baca Juga :  April 2023, APBD DKI Jakarta Surplus Rp4 Triliun

Alfons menjelaskan biaya tiap subscriber sekitar Rp 10 ribu. Dia juga mencatat Vaksincom tidak tahu kebenaran pemilik kanal bersedia membayar untuk mendapatkan pelanggan. Dari pendapatan yang didapatkan korban terdapat spekulasi kripto yakni dengan cashback 30% dari deposit yang disetorkan. Mereka berjanji dalam 10 menit uang akan ditransfer kembali.

Alfons menyebut penipuan dengan skema like and subscribe mirip dengan ponzi robot trading. Jadi korban akan mendapatkan bayaran sesuai yang dijanjikan, kemudian ditawarkan pendapatan lebih besar namun dengan memberikan uangnya lebih dulu. “Jika korbannya sudah percaya, kemudian ia akan ditawari kesempatan untuk mendapatkan hasil lebih besar lagi, tetapi kali ini tidak gratis melainkan ia harus menginvestasikan uangnya guna mendapatkan imbal hasil yang dijanjikan,” ujar Alfons.

Baca Juga :  Cara Beli Tiket Jakarta Fair Tahun 2022

Untuk membuat korban lebih percaya, para pelaku akan memasukkan mereka ke dalam satu grup Telegram. Di sana mereka bisa melihat tugas yang diberikan pada anggota lain dan mendapatkan bayaran.

Saat ada tugas baru yang harus memberikan uang, member lain juga terlihat mengambil kesempatan itu. Menurut Alfons, para pelaku memanfaatkan situasi Fear of Missing Out (FOMO) atau takut ketinggalan tren. “Di mana member lain terlihat sangat aktif melakukan transaksi dan mendapatkan uang sehingga korban akan terbawa dan ikut mengambil paket yang ditawarkan,” jelasnya.

Untuk menghindari skema penipuan ini, Alfons mengingatkan untuk langsung menolak dan blokir nomor tersebut. “Jika anda tidak mau pusing, tolak saja tawarannya dan kalau perlu blok kontak tersebut,” pungkasnya.@

Bs/fd/timEGINDO.co

Bagikan :