Membuat Story Speedometer, Rendahnya Disiplin Pengendara

Pemerhati masalah transportasi AKBP (P) Budiyanto SSOS.MH
Pemerhati masalah transportasi AKBP (P) Budiyanto SSOS.MH

Jakarta | EGINDO.com        – Mantan Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya yang juga selaku Pemerhati masalah transportasi AKBP (P) Budiyanto SSOS.MH, menjelaskan Bikin Story Speedometer, Cermin Rendahnya Disiplin Pengendara,  fenomena mengambil photo Speedometer saat mobil melaju dengan kecepatan melebihi batas maksimal, kemudian menviralkan ke media sosial perlu mendapatkan perhatian kita semua,lebih khusus para pemangku kepentingan yang bertanggung jawab di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

Sikap perilaku seperti ini merupakan perbuatan kontra produktif, hal ini biasanya dilakukan para pengemudi muda yang ingin menunjukan kehebetannya, karena berani melajukan kendaraannya melebehi batas kecepatan maksimal,tegas Budiyanto.

Dikatakan Budiyanto hal kejadian seperti ini biasanya terjadi di jalan bebas hambatan atau Tol Fenomena ini muncul karena lemahnya pengawasan, dan rendahnya disiplin masyarakat pengguna Jalan. Mereka tidak sadar bahwa saat membuat story speedometer akan dapat mengurangi konsentrasi dan kemampuan mengemudi, dan tentunya akan membahayakan keamanan dan keselamatan pengemudi itu sendiri atau pengguna jalan yang lain.

Faktor Human eror sangat mendominasi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kombinasi pengawasan perlu dilakukan secara inten baik dengan hadirnya secara phisik petugas di lapangan dan pengawasan CCTV yang di koneksikan dengan sistem E-TLE,ungkapnya.

Kegiatan paralel untuk melakukan pembinaan secara intens dan berkesinambungan terhadap para pengguna jalan terutama kaum muda bahwa perbuatan tersebut berisiko karena dilakukan ketika sedang mengemudikan kendaraan bermotor. Beberapa kali kejadian kecelakaan lalu lintas di jalan tol penyebabnya faktor human eror karena kurang konsentrasi.

Hilangkan sikap dan perilaku yang membahayakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Tanamkan di sanubari masing- masing individu bahwa kejadian kecelakaan sudah dipastikan diawali dari pelanggaran lalu lintas,dikatakan Budiyanto melalui selulernya kepada EGINDO.com. Minggu (8/11)

Baca Juga :  Rupiah Terkoreksi Masih Dibayangi Imbal Hasil Obligasi AS

Contoh konkrit bahwa tidak wajar dan tidak konsentrasi merupakan pelanggaran lalu lintas berarti sangat berpotensi terjadinya kecelakaan lalu lintas,tutup Budiyanto.@Sn

Bagikan :