Masyarakat Medan dan Sumatera Kecewa, Listrik Padam 10 Jam Menyala Hanya 3-4 Jam

Listrik Padam
Listrik Padam

Medan | EGINDO.co – Masyarakat kota Medan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan masyarakat di pulau Sumatera kecewa, sebab listrik padam ada hampir selama 10 jam dan menyala hanya 3-4 jam. Kekecewaan  itu karena saat ini masyarakat sangat tergantung dengan listrik dan ketika terjadi pemadaman listrik hingga 10 jam, membuat masyarakat bingung karena tidak bisa beraktivitas.

Informasi yang dihimpun EGINDO.co terjadinya pemadaman listrik bergiliran itu terjadi hampir di seluruh kota besar di Pulau Sumatera. Masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah Sumatra. Aliran listrik mulai dari Aceh hingga Lampung mengalami pemadaman bergilir sejak Selasa (4/6/2024) hingga hari ini, Rabu (5/6/2024) yang sangat dikeluh kesahkan masyarakat.

Pasalnya sangat terasa akibat matinya arus listrik, yang mengganggu aktivitas harian mulai dari berangkat sekolah, belajar, memasak, mencuci, hingga bekerja dan menjalankan kegiatan usaha yang bergantung dari aliran setrum. Padamnya aliran listrik membuat aktivitas besar dan penting seperti di Rumah Sakit menjadi terganggu.

Baca Juga :  China Juang Sampai Akhir Untuk Hentikan Kemerdekaan Taiwan

Hal itu terjadi kemarin siang di Rumah Sakit Haji Medan, listrik padam membuat aktivitas di rumah sakit pemerintah Sumatera Utara itu terhenti hampir satu jam. Informasi yang diterima EGINDO.co di Rumah Sakit Haji itu karena ketika listrik padam, genset tidak bisa difungsikan segera, perlu perbaikan baru bisa berfungsi sehingga aktivitas terhenti di rumah sakit itu.

Masyarakat Kota Medan mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi di beberapa titik dengan durasi berjam-jam. Pemadaman listrik ini terhitung sudah dua hari dari Selasa (4/6/2024) dan Rabu (5/6/2024) itu yakni listrik padam bisa sampai 10 jam. Selama listrik manyal masyarakat bersiaga dengan menghidupkan mesin air untuk mengisi tangki, mengecas HP sehingga bisa tetap menggunakan layanan internet. Kemudian juga dia mengandalkan lampu emergency atau lampu darurat di malam hari, agar tetap bisa beraktivitas walaupun tetap tidak bisa normal seperti biasa. Cuaca panas di kota Medan membuat tambah panas sebab mati lampu, ac dan kipas tidak bisa nyala, masyarakat kepanasan jadi susah tidur dantidak bisa beraktivitas dengan normal.

Baca Juga :  Sejarah Plastik Di Dunia, Dari Mana Asalnya

Sebelumnya, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau (UID RKR) menyatakan hingga kini aliran listrik di wilayah Riau sebagian sudah menyala kembali, pasca pemadaman sejak Selasa (4/6/2024) kemarin.

Manajer Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepri Tajuddin Nur menyatakan pihaknya terus berupaya melakukan pemulihan pasca gangguan pada jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Linggau-Lahat. Hingga Rabu pukul 08.00 WIB lebih dari 60 persen atau 550.000 aliran listrik pelanggan di Riau telah kembali menyala. PLN terus bergerak mengatasi gangguan kelistrikan yang terjadi pada jaringan transmisi Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET) Lubuk Linggau-Lahat.

Baca Juga :  Qatar Pasok Minyak Mentah Ke Shell Dalam Kontrak 5 Tahun

Sementara itu General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera, Daniel Eliawardhana mengatakan, proses pemulihan sistem kelistrikan sedang berlangsung secara bertahap memulihkan kembali sistem kelistrikan di seluruh Pulau Sumatera. Adapun luas jaringan transmisi di Pulau Sumatera yaitu 20.550 kilo meter sirkuit (kms) menjadi salah satu tantangan untuk personel PLN menemukan titik gangguan.@

Bs/timEGINDO.co

Bagikan :