Marquez (Ducati) Sapu Bersih Aragon, Perkecil Jarak Poin dari Martin

Marc Marquez dari Ducati raih kemenangan di Grand Prix Aragon
Marc Marquez dari Ducati raih kemenangan di Grand Prix Aragon

Aragon, Spanyol | EGINDO.co – Pembalap Ducati, Marc Marquez, meraih kemenangan ketiganya secara berturut-turut di Grand Prix Aragon pada hari Minggu. Hasil ini mempertegas dominasinya di sirkuit dengan arah berlawanan jarum jam, sekaligus memangkas selisih poin dengan pemimpin klasemen Jorge Martin di hadapan publik tuan rumah.

Kemenangan kedelapan Marquez di MotorLand ini diraih setelah pertarungan sengit melawan pembalap Aprilia yang memulai balapan dari posisi terdepan (*pole position*), Marco Bezzecchi. Marquez menyalip Bezzecchi dengan manuver spektakuler pada lap keenam saat keduanya melaju berdampingan dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam.

Pedro Acosta dari KTM finis di posisi kedua—memperpanjang penantiannya untuk meraih kemenangan perdana di MotoGP meski telah mencatatkan podium ke-14—sementara Bezzecchi melengkapi posisi tiga besar dan Alex Marquez finis di urutan keempat.

Setelah memenangkan balapan *sprint* pada hari Sabtu, Marquez mengumpulkan poin maksimal sepanjang akhir pekan sehingga total poinnya menjadi 237. Ia melampaui perolehan poin Bezzecchi (232) untuk naik ke posisi kedua di bawah pembalap Aprilia, Jorge Martin (256), yang finis di posisi kelima.

Bezzecchi sebelumnya merebut *pole position* dengan rekor waktu lap, namun Marquez langsung menyerang di tikungan pertama untuk memenangkan *sprint*. Ia mencoba melakukan manuver serupa saat balapan utama, namun pembalap Aprilia tersebut berhasil merebut kembali posisi memimpin di tikungan berikutnya.

‘Kesalahan Besar’

“Kuncinya ada di tikungan pertama. Saya melakukannya lagi, tetapi hari ini saya melakukan kesalahan besar karena saya lupa mengaktifkan perangkat ketinggian belakang (*rear ride-height device*). Saat beralih dari tikungan satu ke tikungan dua, perangkat belakang itu justru aktif dan kembali tertekan,” ujar Marquez.

“Saya melaju sangat lambat di tikungan dua dan tiga yang berkecepatan tinggi itu, sampai-sampai dua pembalap menyalip saya. Setelah itu situasinya menjadi lebih sulit, namun sejak saat itu, saya mulai membangun kecepatan.”

Marquez harus tampil agresif untuk mengejar Bezzecchi; ia mencatatkan waktu lap tercepat sembari terus membidik motor Aprilia di depannya, sementara Acosta terus menempel ketat di posisi ketiga.

Sang juara bertahan melancarkan serangan pada lap keenam, memacu motor berdampingan dengan Bezzecchi di lintasan lurus belakang. Keduanya melaju dengan jarak hanya beberapa inci dan nyaris bersenggolan sebelum akhirnya Marquez berhasil menyalip pembalap Aprilia tersebut. “Saya mendengar suara motornya di tikungan 15, jadi saya berusaha memotong jalur, tetapi saat kami berada dalam jarak dekat, efek *slipstream* membuat motor kami saling terdorong dengan kuat dan rasanya aneh,” ujar Bezzecchi.

“Marc, dengan pengalaman dan kecepatan yang dimilikinya, hari ini benar-benar tak terkalahkan.”

Kegembiraan Bagi Penggemar Tuan Rumah

Acosta juga memanfaatkan kesempatan untuk naik ke posisi kedua di tikungan berikutnya demi mengejar Marquez; sorak-sorai kegembiraan penonton tuan rumah membahana saat kedua pembalap Spanyol itu kemudian bertarung memperebutkan posisi terdepan.

Namun, konsistensi Marquez dalam mencatatkan waktu putaran tercepat memungkinkannya memperlebar jarak dari Acosta. Hal ini mematahkan semangat sang pembalap muda saat selisih waktu memimpin balapan bertambah menjadi lebih dari satu detik, sementara Bezzecchi tertinggal hampir tiga detik di belakang.

Menikmati euforia kemenangan lainnya di Aragon, Marquez turun dari motornya saat putaran kemenangan (*victory lap*) dan menumpang kendaraan menuju tribune yang dinamai menurut namanya, lalu berlutut di tengah gemuruh sorak-sorai para pendukung yang mengenakan atribut merah khas Ducati.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top