Mantan Menlu Austria Yang Tinggal Di Rusia Menyangkal Sebagai Agen Kremlin

Mantan Menlu Austria, Karin Kneissl
Mantan Menlu Austria, Karin Kneissl

Wina | EGINDO.co – Mantan menteri luar negeri Austria yang kontroversial, Karin Kneissl, kini tinggal di Rusia dan menyangkal tuduhan sebagai ‘agen Kremlin’ dalam tengah kasus mata-mata yang mengguncang Austria.

Kneissl, yang terkenal karena menari dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada pernikahannya, mengaku telah difitnah sebagai agen Kremlin oleh sebagian publik Austria. Dia menjelaskan bahwa dia tidak terlibat dalam skandal mata-mata terbaru di Austria, di mana seorang mantan petugas intelijen Austria ditangkap atas dugaan spionase untuk Rusia.

Pada tahun 2018, Kneissl menjadi sorotan media setelah berdansa dengan Putin, yang memicu pertanyaan tentang netralitas Austria saat negara itu memegang kepresidenan Dewan Uni Eropa. Dia diangkat sebagai menteri luar negeri oleh Partai Kebebasan Austria (FPOe), yang memiliki kerja sama dengan partai United Russia milik Putin sejak 2016.

Namun, Kneissl mengatakan bahwa hubungannya dengan FPOe tidak erat, dan dia mengklaim partai tersebut berusaha untuk menyingkirkan dirinya karena dianggap terlalu independen.

Setelah keluar dari pemerintahan pada 2019, Kneissl pindah ke Rusia pada September 2023 setelah mengalami kesulitan mencari pekerjaan dan mendapatkan tekanan di Austria. Dia mengaku dipaksa untuk meninggalkan Prancis setelah menjadi kontributor tetap di RT, outlet pro-Kremlin yang kemudian dilarang di Uni Eropa.

Kneissl menjelaskan bahwa dia tinggal di jalan di Prancis sebelum pindah ke Lebanon, dan akhirnya menetap di Rusia setelah ditugaskan untuk memimpin think tank di Universitas Saint Petersburg. Dia mengklaim bahwa langkah ini mengakhiri “odisei yang sangat melelahkan” baginya.

Sebelumnya, Kneissl pernah menjadi anggota dewan direksi perusahaan minyak Rusia, Rosneft, sebelum mundur setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Meskipun tidak secara langsung mengutuk invasi itu, Kneissl mengklaim telah menerima pembayaran yang cukup besar untuk perannya di Rosneft.

Saat ini, Kneissl berharap bisa menetap di luar kota Moskow dan mengajar di berbagai tempat di Rusia. Meskipun menghadapi kontroversi dan kritik yang tajam, dia menyatakan tidak menyesali keputusannya menari dengan Putin, dengan menegaskan bahwa “sebagai menteri atau tidak, saya menari dengan siapa pun yang saya inginkan.”

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top