Singapura | EGINDO.co – Mantan gelandang Jepang dan AC Milan, Keisuke Honda, akan bermain di Liga Utama Singapura (SPL) musim depan, demikian diumumkan pada hari Jumat (10 April).
Dalam siaran pers, Albirex Niigata Singapore, yang akan dikenal sebagai FC Jurong mulai musim SPL 2026/2027, mengatakan bahwa Honda akan bergabung dengan klub tersebut pada bulan Agustus.
Honda memulai kariernya bermain untuk klub Jepang Nagoya Grampus Eight, sebelum bermain di Belanda (VVV-Venlo) dan Rusia (CSKA Moscow). Setelah sekitar tiga tahun bersama AC Milan di Serie A, ia kemudian bermain untuk klub-klub di Australia, Brasil, dan Portugal, di antara lainnya.
Pemain berusia 39 tahun ini telah mencatatkan hampir 100 penampilan untuk Jepang dan membela Samurai Biru di tiga Piala Dunia. Honda juga pernah melatih tim nasional Kamboja dari tahun 2018 hingga 2023.
“Saya senang mendapat kesempatan bermain untuk FC Jurong. Saat saya berusia 40 tahun tahun ini, saya mengejar beberapa tantangan pribadi, termasuk Rekor Dunia Guinness untuk mencetak gol di liga top negara terbanyak,” kata Honda.
“Namun, tujuan utama saya dengan klub ini adalah memenangkan gelar liga. Ada beberapa rival yang sangat kuat, jadi ini akan menjadi tantangan yang berat, tetapi saya bertekad untuk mencapainya.”
Honda, yang juga merupakan salah satu pendiri dan mitra umum perusahaan investasi X&KSK, telah terlihat di Singapura dari waktu ke waktu.
Akhir tahun lalu, ia mengunggah foto di Instagram yang menunjukkan dirinya berlatih di Tampines Hub dan Stadion Jurong East, yang terakhir merupakan kandang Albirex.
“Untuk membangun istana yang hebat, Anda membutuhkan batu fondasi yang kokoh. Ke dalam batu fondasi itu, kami menuangkan pengalaman, visi, dan semangat kelas dunia,” kata ketua klub Daisuke Korenaga.
“Bersama Keisuke Honda, kami bertekad untuk membangun warisan yang akan membawa klub ini maju selama 100 tahun ke depan.”
Pengumuman penandatanganan Honda pada hari Jumat datang beberapa hari setelah Albirex mengatakan klub akan berganti nama menjadi FC Jurong mulai musim depan, sebuah penyimpangan dari pengumuman mereka pada akhir tahun 2025 bahwa mereka akan berganti nama menjadi Albirex Jurong FC.
“Melalui diskusi ekstensif dengan para pemangku kepentingan kami, kami telah sampai pada kesimpulan bahwa klub harus menancapkan akar yang lebih dalam di wilayah ini dan mengejar tingkat lokalisasi yang lebih besar. Perubahan nama adalah salah satu ekspresi penting dari komitmen tersebut,” kata Korenaga.
“Nama klub lebih dari sekadar label – itu adalah pernyataan tentang di mana kita berdiri, dengan siapa kita berjalan, dan komunitas mana yang bersama kita membangun masa depan kita. Nama FC Jurong membawa keinginan tulus kami untuk tumbuh bersama kota ini, untuk dibutuhkan oleh kota ini, dan untuk menjadi klub yang dibanggakan oleh kota ini.”
Albirex, yang telah memenangkan liga domestik enam kali, saat ini berada di posisi ketiga di SPL.
Sumber : CNA/SL