Mantan Bek Spanyol Gerard Pique Ikut Meramaikan Investasi Catur

Gerard Pique ikuti jejak Erling Haaland investasi di Catur
Gerard Pique ikuti jejak Erling Haaland investasi di Catur

Bengaluru | EGINDO.co – Mantan pesepak bola Spanyol, Gerard Pique, telah menjadi pemegang saham strategis dalam sebuah waralaba Global Chess League. Ia bergabung dengan semakin banyak atlet—seperti Erling Haaland—yang berinvestasi dalam olahraga yang kini berkembang pesat menjadi properti hiburan komersial.

Pique, yang merupakan juara Piala Dunia sekaligus pendiri perusahaan olahraga dan media Kosmos, diumumkan sebagai pemegang saham terbaru waralaba American Gambits dalam sebuah konferensi pers di Bengaluru, India, pada hari Senin.

“Catur telah lama memikat saya karena kedalamannya, daya tarik globalnya, dan kekuatan mental luar biasa yang dituntut oleh permainan ini,” ujar mantan pemain Barcelona tersebut dalam sebuah pernyataan.

Investasi ini dilakukan di tengah upaya lebih luas untuk mengubah catur dari sekadar permainan papan tradisional menjadi produk olahraga global melalui liga waralaba, konten digital, sponsor, dan platform penayangan (streaming).

Mantan pemain kriket India, Ravichandran Ashwin, juga merupakan pemegang saham di American Gambits.

Juara Olimpiade berkali-kali asal Norwegia di cabang ski lintas alam (*cross-country skiing*), Johannes Hoesflot Klaebo, serta Haaland, juga berinvestasi tahun ini pada Norway Chess dan Total Chess World Championship, sebuah ajang yang didukung oleh Federasi Catur Internasional (FIDE).

“Ada begitu banyak kemiripan yang menarik,” kata investor asal Norwegia, Morten Borge—yang turut membawa penyerang Manchester City, Haaland, ke dalam proyek ini—kepada Reuters.

“Meskipun di lapangan Erling tampak seperti sosok yang sangat tangguh secara fisik, sepak bola di tingkat tertinggi juga berkaitan dengan persiapan, strategi, penentuan waktu, dan pemahaman akan momen-momen krusial. Dalam hal itu, terdapat kemiripan dengan catur.”

Borge mengatakan bahwa Haaland tertarik pada penekanan permainan ini terhadap pemikiran strategis serta disiplin mental yang diperlukan untuk tampil prima di bawah tekanan.

Fenomena lintas bidang ini mencerminkan tren yang lebih luas dalam dunia olahraga, di mana para atlet semakin sering menggunakan catur untuk mengasah konsentrasi, kemampuan pengambilan keputusan, dan pengenalan pola.

Mantan manajer Manchester City, Pep Guardiola, kerap mengaitkan catur dan strategi dalam diskusi mengenai sepak bola.

Sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga telah berbicara secara terbuka mengenai penggunaan catur sebagai sarana latihan, termasuk mantan penyerang Liverpool, Mohamed Salah, serta legenda tenis Boris Becker dan Novak Djokovic.

Pada saat yang sama, para investor semakin melihat adanya peluang komersial dalam dunia catur.

Global Chess League, yang didukung oleh raksasa teknologi India Tech Mahindra dan FIDE, berupaya memperluas daya tarik olahraga ini melalui format pertandingan yang lebih singkat, yang dirancang khusus untuk penonton televisi dan platform digital.

Borge meyakini bahwa catur sedang menapaki jalan yang sama dengan beberapa cabang olahraga khusus (*niche sports*) yang berhasil memperluas jangkauannya melampaui basis penggemar tradisional mereka. “Ketika Anda bisa mengomersialkan olahraga yang tergolong khusus seperti *darts*, dan ketika hampir satu miliar orang di seluruh dunia bermain catur, peluangnya sangat jelas,” ujarnya.

American Gambits akan berkompetisi dalam edisi keempat GCL di Bengaluru pada bulan September.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top