Malaysia Menurunkan Harga Diesel Secara Nasional Mulai Juli

Malaysia menurunkan harga solar
Malaysia menurunkan harga solar

Kuala Lumpur | EGINDO.co – Malaysia akan menurunkan harga solar menjadi RM2,10 (US$0,51) per liter di seluruh negeri untuk warganya mulai Juli setelah perbedaan harga antara solar bersubsidi dan tidak bersubsidi saat ini menyebabkan penyelundupan dan kerugian pendapatan.

Solar saat ini dijual dengan harga bersubsidi RM2,15 per liter di negara bagian timur Sabah dan Sarawak, dibandingkan dengan RM4,37 di Semenanjung Malaysia.

Ini berarti bahwa di bawah kebijakan baru, pengendara akan membayar kurang dari setengah harga Semenanjung Malaysia saat ini.

Sejak Juni 2024, harga solar telah dibiarkan mengambang di Semenanjung Malaysia sementara Malaysia Timur masih menikmati subsidi karena kendaraan 4×4 bertenaga diesel dianggap sebagai kebutuhan karena medan yang berat di sana.

Pada bulan April, harga solar mencapai rekor tertinggi baru sebesar RM6,72 per liter di Semenanjung Malaysia.

Selisih harga antara solar yang dijual di Sabah dan Sarawak dengan di Semenanjung Malaysia telah menciptakan ruang untuk kebocoran pendapatan dan penyelundupan solar bersubsidi, termasuk lintas batas, kata Kementerian Keuangan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (21 Juni).

Kementerian tidak mengatakan bagaimana pemerintah berencana untuk membiayai subsidi tambahan tersebut, mengingat kas negara sudah tertekan oleh kenaikan biaya bahan bakar akibat perang di Iran.

Menteri Keuangan Kedua Amir Hamzah Azizan diperkirakan akan mengumumkan rincian lebih lanjut pada hari Senin, katanya.

Malaysia telah mencari sumber bahan bakar alternatif karena konflik di Timur Tengah membatasi pasokan global.

Pada bulan Maret, Amir Hamzah mengatakan bahwa tagihan subsidi bahan bakar pemerintah diproyeksikan akan melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi sekitar RM3,2 miliar per bulan, naik dari RM700 juta sebelumnya, karena harga minyak global naik di tengah meningkatnya perang Iran.

Secara terpisah pada hari Sabtu, perusahaan energi nasional Petronas, atau Petroliam Nasional, mengumumkan telah menandatangani beberapa perjanjian baru di Turkmenistan, termasuk kerja sama dengan perusahaan negara Turkmennebit dan Hazarnebit, untuk memperkuat kehadiran Petronas di Laut Kaspia dan memperluas portofolio hulu-nya.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengatakan kesepakatan tersebut akan memungkinkan Malaysia mengakses salah satu cadangan gas terbesar di dunia, dan berpotensi memungkinkannya untuk meningkatkan ekspor ke negara-negara mitra seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, menurut kantor berita negara Bernama.

Rusia juga telah menjamin Malaysia akan perjanjian jangka panjang untuk pasokan minyak, gas, dan diesel setidaknya selama 20 tahun, kata Anwar, tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Sumber : CNA/SL

Scroll to Top