Kuala Lumpur | EGINDO.co – Malaysia mencatat investasi yang disetujui sebesar RM426,7 miliar (US$108 miliar) tahun lalu, rekor tertinggi bagi negara ini dan peningkatan 11 persen dari rekor sebelumnya yang ditetapkan pada tahun 2024, kata Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada hari Jumat (6 Maret).
Ini termasuk investasi domestik sebesar RM219,6 miliar, serta peningkatan investasi asing sebesar 20 persen menjadi RM207,1 miliar, kata Anwar dalam pernyataan yang diunggah di platform media sosial X.
Sebanyak 8.390 proyek disetujui, dengan potensi menciptakan hampir 245.000 lapangan kerja bagi warga Malaysia, kata Anwar.
Malaysia telah menerima banyak investasi dari perusahaan teknologi global dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan posisinya sebagai pusat data center yang berkembang di kawasan ini.
Pada acara terkait hari Jumat, Wakil Menteri Perdagangan Sim Tze Tzin mengatakan selera investasi belum mereda, dengan investasi yang diusulkan sebesar RM29,1 miliar yang melibatkan 172 proyek yang sudah dalam tahap perencanaan untuk tahun 2026.
Sim mengatakan Malaysia juga akan mendapat manfaat dari ketidakstabilan geopolitik, merujuk pada konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
“Peluang ada bagi Malaysia untuk menampilkan dirinya, dan bagi ASEAN untuk menampilkan dirinya, sebagai kawasan yang stabil, netral, dan damai untuk menarik lebih banyak investasi,” katanya, merujuk pada blok regional Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Ekspor gas alam cair Malaysia memiliki sedikit paparan terhadap konflik tersebut, tambah Sim.
Sim mengatakan Menteri Perdagangan Johari Abdul Ghani akan mengadakan panggilan video dengan seorang pejabat perdagangan AS pada hari Selasa untuk membahas kesepakatan Malaysia dengan Washington untuk mengunci tarif yang dikenakan pada ekspornya ke Amerika Serikat sebesar 19 persen.
Putusan Mahkamah Agung AS bulan lalu telah menyatakan sebagian besar tarif yang dikenakan oleh Presiden Donald Trump ilegal.
Sumber : CNA/SL