Johor Bahru | EGINDO.co – Pemerintah federal Malaysia telah menyetujui alokasi dana sebesar RM741,3 juta (US$164,1 juta) untuk meningkatkan Kompleks CIQ Bangunan Sultan Iskandar (BSI) di Jalan Lintas dan Kompleks Sultan Abu Bakar (KSAB) di Tautan Kedua.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa (7/3), ketua komite pekerjaan, transportasi dan infrastruktur Johor, Mohamad Fazli Mohamad Salleh, mengkonfirmasi bahwa keputusan tersebut diumumkan dalam sebuah pertemuan Komite Khusus Kemacetan di Johor Causeway yang diketuai oleh Deputi Perdana Menteri Fadillah Yusof.
“Wakil Menteri Keuangan Ahmad Maslan, yang juga hadir, mengumumkan bahwa proyek senilai RM741,3 juta telah disetujui untuk meningkatkan Kompleks CIQ Sultan Iskandar dan Kompleks Sultan Abu Bakar (KSAB), dengan RM96,2 juta disisihkan untuk pekerjaan di tahun 2023,” tulis Mohamad Fazli.
Dia menambahkan bahwa dari total alokasi tersebut, RM27,7 juta akan digunakan untuk meningkatkan jumlah jalur M-Bike untuk sepeda motor. Mr Mohamad Fazli menguraikan bahwa 25 jalur M-Bike akan ditambahkan untuk masuk dan 25 jalur lainnya untuk keluar dari pos pemeriksaan imigrasi. Dia mencatat bahwa ini akan menambah 50 jalur lagi dari 100 jalur M-Bike yang sudah ada.
“Dengan total 150 jalur M-Bike untuk masuk dan keluar dari Johor, kemacetan akan berkurang secara optimal,” tambah Mr Mohamad Fazli.
“Semoga upaya, kerja keras, dan kolaborasi yang erat antara pemerintah negara bagian dan pemerintah federal dapat membantu mengatasi kemacetan yang selama ini mengganggu warga Malaysia yang sering bepergian ke Singapura,” tambahnya.
Dalam sebuah konferensi media pada hari Senin, Fadillah menguraikan bahwa komite tersebut telah mengusulkan 23 inisiatif jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengurangi kemacetan di penyeberangan darat antara Johor dan Singapura. Dia menambahkan bahwa inisiatif-inisiatif ini akan diajukan ke Kabinet untuk mendapatkan persetujuan.
Inisiatif-inisiatif ini termasuk RM25 juta untuk meningkatkan aula penumpang bus di KSAB, RM30 juta untuk meningkatkan loket pemeriksaan truk serta RM8,6 juta untuk membangun fasilitas toilet baru bagi para pelancong.
Bapak Fadillah juga mengatakan bahwa pemerintah federal menerima proposal pemerintah negara bagian Johor untuk membangun “Titik Masuk Tunggal” di perbatasan antara Malaysia dan Singapura.
Mohamad Fazli, yang memimpin gugus tugas multi-lembaga yang bertugas untuk mengurangi kemacetan di Causeway dan Second Link di Tuas, memperdebatkan proposal sistem izin tunggal bulan lalu.
Sistem ini melibatkan petugas imigrasi Singapura yang ditempatkan di pos pemeriksaan Malaysia di Johor untuk memeriksa orang-orang yang memasuki Singapura, sementara petugas imigrasi Malaysia akan ditempatkan di Singapura untuk memeriksa mereka yang memasuki Malaysia.
Usulan ini juga akan dibawa ke Kabinet Malaysia untuk mendapatkan persetujuan.
“Jika disetujui oleh Kabinet, maka akan dibentuk gugus tugas teknis (untuk sistem izin tunggal) dan diskusi dengan otoritas Singapura jika inisiatif ini dapat diimplementasikan,” kata Fadillah.
Kemacetan di penyeberangan perbatasan darat antara Singapura dan Malaysia telah menjadi masalah utama bagi para pelancong. Fadillah mencatat bahwa sekitar 250.000 orang melakukan perjalanan melintasi pos pemeriksaan darat setiap harinya.
Sumber : CNA/SL