Malam Ini Monas Jadi Pusat Keramaian, Polda Metro Siaga Rekayasa Lalu Lintas

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas (lalin) secara situasional di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, seiring berlangsungnya Konser Akbar pada Sabtu malam, 18 Juli 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kendaraan dan pengunjung yang diperkirakan memadati kawasan pusat ibu kota.

Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional (Kabag Bin Ops) Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, mengatakan masyarakat diimbau menghindari ruas Jalan Merdeka Selatan, Jalan Merdeka Timur, serta akses melalui pintu Gambir guna mengurangi potensi kemacetan selama acara berlangsung.

Menurutnya, kepolisian tidak akan langsung menutup atau mengalihkan arus lalu lintas sejak awal kegiatan. Rekayasa lalu lintas baru diberlakukan apabila kondisi di lapangan menunjukkan arus kendaraan tidak lagi dapat bergerak akibat tingginya volume kendaraan, parkir yang meluber ke badan jalan, maupun membludaknya pengunjung.

Untuk mendukung kelancaran mobilitas, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi yang berada di kawasan IRTI Monas, area Gambir, serta Masjid Istiqlal. Pengunjung diharapkan memanfaatkan lokasi parkir tersebut agar arus lalu lintas tetap terkendali.

Konser Akbar yang dipimpin konduktor Stephen Tong dijadwalkan dimulai pukul 18.30 WIB di silang tenggara Monas. Acara yang menghadirkan pertunjukan orkestra simfoni dan paduan suara berskala besar itu terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

Selain menjadi agenda hiburan, penyelenggaraan konser diperkirakan turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Kehadiran ribuan pengunjung berpotensi meningkatkan omzet pelaku usaha mikro, pedagang makanan dan minuman, jasa transportasi, hingga sektor perparkiran di sekitar kawasan Monas.

Sejumlah media nasional, seperti Antara dan Bisnis Indonesia, juga menyoroti pentingnya pengaturan lalu lintas selama penyelenggaraan kegiatan berskala besar di Jakarta. Kelancaran mobilitas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas masyarakat sekaligus mendukung perputaran ekonomi di kawasan pusat ibu kota.

Dengan penerapan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional, diharapkan penyelenggaraan Konser Akbar pada Sabtu, 18 Juli 2026, dapat berlangsung aman, tertib, serta tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengganggu aktivitas pengguna jalan. (Sn)

Scroll to Top