Singapura | EGINDO.co – Lalu lintas padat diperkirakan akan terjadi di pos pemeriksaan Woodlands dan Tuas selama akhir pekan panjang perayaan Deepavali mendatang.
Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) pada hari Minggu (1 November) mengeluarkan imbauan perjalanan untuk periode 6 November hingga 9 November.
Pihak ICA menyarankan para pelancong untuk merencanakan perjalanan mereka lebih awal dan mempertimbangkan untuk bepergian di luar jam sibuk, seperti pada pagi hari atau larut malam.
ICA mengimbau para pelancong untuk memeriksa situasi lalu lintas di pos pemeriksaan darat sebelum memulai perjalanan.
Pelancong juga harus mengantisipasi waktu tunggu yang lebih lama selama periode puncak perjalanan, mengingat ICA telah meningkatkan pemeriksaan keamanan di semua pos pemeriksaan sejak 28 Februari, sehubungan dengan “situasi keamanan global yang lebih rentan, khususnya perkembangan terkini di Timur Tengah”.
ICA juga sangat menyarankan para pelancong untuk menggunakan kode QR yang dibuat melalui aplikasi seluler MyICA guna mempercepat dan mempermudah proses pemeriksaan imigrasi.
Disebutkan bahwa inisiatif seperti penggunaan kode QR dan teknologi pengenalan wajah bagi pengendara serta penumpang sepeda motor telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan hingga lebih dari 35 persen selama periode puncak keberangkatan—setara dengan tambahan 7.600 pelancong per jam dibandingkan dengan tingkat sebelum COVID-19 pada tahun 2019.
Sejak 30 September, pengunjung jangka pendek yang memasuki Singapura melalui pos pemeriksaan darat dan menyerahkan Kartu Kedatangan Singapura (SG Arrival Card) melalui aplikasi MyICA, wajib memperbarui aplikasi tersebut ke versi terbaru sebelum melakukan pengisian data.
Pelancong yang memasuki Singapura dengan kendaraan berpelat asing juga harus memastikan bahwa kendaraan tersebut memiliki Izin Masuk Kendaraan (Vehicle Entry Permit/VEP) yang sah sebelum menyerahkan SG Arrival Card. Pengajuan tidak dapat diselesaikan tanpa VEP yang valid.
“Saat berkendara di jalan menuju maupun di dalam area pos pemeriksaan darat, para pengemudi diminta untuk bekerja sama dengan petugas ICA, menjaga kedisiplinan lajur, dan mematuhi peraturan lalu lintas,” tegas ICA.
“Tindakan menyerobot antrean akan mengganggu arus lalu lintas dan menghambat pelancong lain. Mereka yang kedapatan menyerobot antrean akan diarahkan untuk berputar balik dan kembali mengantre dari posisi paling belakang.”
ICA menambahkan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap pelancong yang tidak mematuhi instruksi petugas atau melakukan pelanggaran lalu lintas di area pos pemeriksaan. Selama liburan sekolah bulan September yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 14 September, lebih dari 6,1 juta pelintas melewati kedua pos pemeriksaan darat, dengan volume puncak mencapai lebih dari 599.000 orang pada tanggal 4 September.
Angka ini mencatatkan rekor baru, menurut keterangan ICA, melampaui rekor sebelumnya yang mencapai lebih dari 598.000 pelintas pada tanggal 19 Juni 2026. Para pengguna kendaraan pribadi yang berangkat pada jam-jam sibuk harus menunggu hingga tiga jam untuk proses pemeriksaan imigrasi, akibat antrean kendaraan yang memanjang dari arah Malaysia.
Selama periode tersebut, 27 pengemudi terjaring karena melakukan pelanggaran lalu lintas dan perilaku berkendara yang membahayakan.
Sumber : CNA/SL