Medan | EGINDO.com – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) turun langsung mengungkap penyebab kecelakaan maut di perlintasan kereta api Jalan Abdul Hamid, Kota Tebing Tinggi, dengan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA), Kamis (21/1/2026). Langkah itu merupakan tindak lanjut atas kecelakaan tragis, ketika Kereta Api Sri Bilah Utama menabrak mobil Toyota Avanza di perlintasan tanpa palang pintu, menewaskan sembilan penumpang.
Kasubdis Laka Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Korlantas Mabes Polri, Kombes Pol Mario Siregar, mengatakan, tim Mabes Polri membawa sejumlah peralatan berteknologi tinggi guna memastikan penyebab kecelakaan secara ilmiah dan objektif.
Pihaknya membawa alat khusus berupa scanner 3D, drone TAA, serta perangkat AT8 untuk mengetahui penyebab kecelakaan secara detail dan presisi. Dijelaskannya, scanner 3D digunakan untuk memindai permukaan jalan dan kondisi sekitar TKP secara akurat, sementara drone TAA mengambil citra udara guna merekonstruksi sudut pandang kejadian dari atas. Seluruh data pemindaian kemudian dimasukkan ke dalam rumusan dan algoritma analisis khusus, sehingga dapat diketahui kondisi sesungguhnya saat kecelakaan terjadi.
Selain pemindaian digital, tim Mabes Polri juga melakukan pemeriksaan manual terhadap kendaraan yang terlibat kecelakaan untuk melengkapi data teknis. Atas tragedi yang merenggut sembilan nyawa tersebut, Mabes Polri turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Sementara itu, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Rina menyebutkan pihaknya belum dapat menyampaikan hasil resmi olah TKP karena masih menunggu rapat internal bersama Korlantas Mabes Polri.
Sebagaimana diberitakan EGINDO.com sebelumnya, bahwa kecelakaan maut ini kembali menyoroti bahaya perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Kota Tebing Tinggi, yang selama ini telah berulang kali dikeluhkan warga namun belum mendapat penanganan serius.@
Bs/timEGINDO.com