Luhut Sebut Covid-19 Akan Selalu Ada Dan Menjadi Endemi

panjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara Kementerian Tenaga Kerja secara virtual, Selasa (13/7/2021)

Jakarta | EGINDO.com      – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut virus Covid-19 akan tetap ada.

Ia memprediksi Covid-19 menjadi endemi, dimana kasus per hari mencapai 3.000 hingga 7.000.

Prediksi itu diungkapkan Luhut melihat hingga saat ini belum ada obat yang berhasil menyembuhkan Covid-19.

“Covid-19 akan terus bersama kita dan menjadi endemi.”

“Kasus konfirmasi per hari berkisar pada single digit pada 3.000 sampai 7.000 kasus.”

“Hal ini karena belum ada vaksin yang efekivitasnya 100 persen atau obat yang dapat menyembuhkan covid-19,” ucap Luhut dikutip dari laman siaran pers Kemenko Marves, Kamis (9/9/2021).

Meskipun begitu, Luhut mengatakan pemerintah terus berupaya menurunkan tren angka kasus Covid-19.

Salah satunya, dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Jadi, kalau dalam proses pengambilan keputusan, harus melihat berbagai angle tidak boleh hanya kesehatan, sosial, atau keamanan saja.”

“Sehingga bisa didapat cara bertindak yang paling bagus dan sekarang posisi kita hari ini Indonesia secara umum kasus konfirmasi sudah turun 88,1% dari tanggal puncak kasus 15 Juli,” papar Luhut.

Luhut pun menyampaikan strategi pemerintah menangani pandemi Covid-19 di Indonesia terus dilakukan ke depannya.

Di antaranya, percepatan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan 3M dan 3T, dan isolasi terpusat.

Untuk cakupan vaksinasi, kata Luhut, Indonesia menduduki peringkat 6 di dunia, berdasarkan jumlah orang yang sudah divaksinasi dan total suntikan.

Ia juga memastikan bahwa stok vaksin Covid-19 dalam keadaan aman.

“Laju vaksinasi harian ditargetkan lebih 2 juta per hari dan cakupan vaksinasi wilayah aglomerasi dan kota-kota besar ditargetkan dapat mencapai 70% pada September.”

“Kita tidak ada kekurangan vaksin,” ujar dia.

Selain 3 poin strategi itu, penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk mengidentifikasi (screening) Covid-19 juga penting dalam menangani pandemi.

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan keberhasilan penanganan Covid-19 berimbas pada pemulihan ekonomi.

Baca Juga :  Badai Covid-19 Melanda Gunung Everest

Daya saing Indonesia, termasuk dalam hal investasi, bergantung pada keberhasilan kita dalam melakukan pengendalian Covid-19.

“Semakin cepat kita berhasil melakukan pengendalian pandemi, maka daya saing dan daya tarik investasi Indonesia akan semakin meningkat,” tandasnya.

Sumber: Tribunnews/Sn