LRT Manggarai-Kelapa Gading Segera Beroperasi, Jam Layanan Disamakan dengan KRL

Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta|EGINDO.co Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mematangkan pengoperasian LRT Jakarta rute Kelapa Gading–Manggarai yang ditargetkan mulai melayani masyarakat pada Agustus 2026. Moda transportasi tersebut nantinya direncanakan memiliki jam layanan yang mengikuti pola operasional KRL, yakni sejak pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan penyamaan waktu operasional tersebut dilakukan agar LRT dapat mendukung mobilitas masyarakat sejak pagi hingga malam hari. “Tadi Dirut LRT sudah menyampaikan bahwa ini akan beroperasi sama dengan KRL, dari jam 05.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB,” ujar Pramono kepada awak media, Kamis (13/8/2026).

Dari sisi kapasitas, LRT koridor baru ini diproyeksikan mampu mengangkut sekitar 60.000 penumpang setiap hari pada tahap awal. Ketika layanan telah berjalan secara optimal, jumlah pengguna diperkirakan dapat meningkat hingga 80.000 penumpang per hari.

Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp12,1 triliun tersebut kini memasuki tahap akhir pembangunan. Pramono menyebut progres pengerjaan telah mencapai hampir 98 persen. Penyelesaian berikutnya difokuskan pada sistem persinyalan yang ditargetkan rampung pada 20 Agustus 2026.

Kehadiran jalur sepanjang sekitar 12,2 kilometer ini dinilai strategis dalam memperkuat jaringan transportasi massal Jakarta. Berdasarkan dokumen perencanaan Pemprov DKI, pengembangan jaringan LRT hingga Manggarai diharapkan memperbesar potensi jumlah pengguna transportasi publik sekaligus memperkuat integrasi dengan moda lain.

Dari perspektif ekonomi, peningkatan konektivitas transportasi diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat dan kawasan yang dilalui. Waktu tempuh yang lebih efisien dapat mendukung mobilitas pekerja, membuka akses ke pusat kegiatan ekonomi, serta mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Media detikFinance sebelumnya juga melaporkan progres pembangunan LRT Jakarta fase ini telah mencapai 97,99 persen dengan nilai proyek sekitar Rp12,1 triliun.

Sementara itu, pemerintah belum menetapkan besaran tarif untuk rute baru tersebut. Besaran tarif nantinya akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan tingkat keterjangkauan layanan sekaligus kebutuhan dukungan pemerintah melalui skema subsidi transportasi publik.

Pemprov DKI juga menyiapkan pengembangan jaringan lanjutan untuk memperluas manfaat ekonomi dan konektivitas LRT. Rencana tersebut mencakup koneksi dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS) serta pengembangan jalur dari kawasan Velodrome menuju Halim yang terhubung dengan layanan kereta cepat Whoosh.

Pramono menilai semakin terintegrasinya jaringan transportasi akan mempermudah pergerakan masyarakat dari Jakarta Timur menuju pusat kota. Pemerintah berharap penguatan konektivitas antarmoda dapat mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum dan pada akhirnya meningkatkan penggunaan angkutan massal di Jakarta secara signifikan. (Sn)

Scroll to Top