Jakarta|EGINDO.co Layanan Kereta Cepat Ringan (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading hingga Manggarai mulai memasuki masa operasional awal sejak Rabu (26/8/2026). Dalam masa pengenalan hingga Oktober 2026 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membebaskan tarif bagi 15 kelompok masyarakat tertentu, sementara penumpang umum dikenakan biaya Rp 5.000.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kebijakan tarif gratis ini diadopsi dari program transportasi publik Jakarta sebelumnya. Fasilitas khusus ini menyasar warga yang membutuhkan hingga petugas pelayan masyarakat.
15 Kelompok Masyarakat Bebas Biaya Tarif LRT Jakarta:
-
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta beserta para pensiunannya
-
Tenaga kerja kontrak di lingkungan Pemprov DKI Jakarta
-
Pelajar pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus
-
Pekerja/karyawan berpenghasilan sekelas UMP yang menggunakan payroll Bank DKI
-
Warga penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
-
Anggota Tim Penggerak PKK
-
Warga pemegang KTP Kabupaten Kepulauan Seribu
-
Penerima bantuan beras sejahtera (Raskin) se-Jabodetabek
-
Anggota aktif TNI dan Polri
-
Veteran Republik Indonesia
-
Penyandang disabilitas
-
Warga lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke atas
-
Pengurus tempat ibadah (marbot/pengurus)
-
Tenaga pengajar/pendidik PAUD
-
Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
Jangkauan Rute dan Kapasitas Penumpang Jalur LRT Jakarta sepanjang 12,2 kilometer ini dilengkapi dengan 11 stasiun pemberhentian yang menghubungkan tiga wilayah sekaligus, yakni Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Pembangunan infrastruktur rel serta jalur layang tersebut telah rampung sepenuhnya dan tinggal menyelesaikan tahap sertifikasi kelayakan dari Kementerian Perhubungan.
Daftar 11 Stasiun yang Dilayani:
-
Stasiun Kelapa Gading
-
Stasiun Boulevard Utara
-
Stasiun Boulevard Selatan
-
Stasiun Pulomas
-
Stasiun Equestrian
-
Stasiun Velodrome
-
Stasiun Rawamangun
-
Stasiun Pramuka
-
Stasiun Matraman
-
Stasiun Proklamasi
-
Stasiun Manggarai
Pemprov DKI Jakarta memproyeksikan rute baru ini mampu melayani volume 60.000 hingga 80.000 penumpang setiap harinya pada tahap awal, sekaligus memperkuat konektivitas jaringan transportasi umum di wilayah ibu kota. (Sn)