Lontar Papyrus Akan Tawarkan Obligasi Berkelanjutan Rp1,8 T

PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry
PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry

Jakarta | EGINDO.co – PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry, produsen bubur kertas dan tisu milik Grup Sinarmas, akan melaksanakan penawaran umum Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2023 dengan jumlah pokok Rp1,8 triliun.

Adapun jadwal penerbitan obligasi Lontar Papyrus adalah 1. Masa Penawaran Umum pada  2 dan 3 Oktober 2023. 2. Penjatahan pada 4 Oktober 2023. 3. Pengembalian Uang Pemesanan pada 6 Oktober 2023. 4. Distribusi Secara Elektronik pada 6 Oktober 2023. 5. Pencatatan pada PT Bursa Efek Indonesia pada 9 Oktober 2023.

Obligasi tersebut merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan Lontar Papyrus, dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp7 triliun. Sebelumnya perseroan telah menerbitkan obligasi tahap pertama dengan jumlah pokok Rp3 triliun.

Baca Juga :  DMAS Mencatat Keuntungan Laba Bersih 2022 Lampaui Estimasi

Pada penerbitan tahap kedua ini, perseroan akan menawarkan obligasi dalam 3 seri. Obligasi Seri A ditawarkan dengan jumlah pokok Rp85,74 miliar, Seri B Rp1,48 triliun, dan Seri C Rp231,19 miliar.

Tenor yang ditawarkan oleh Lontar Papyrus untuk obligasi tahap kedua mula dari 370 hari kalender, sampai dengan 5 tahun sejak tanggal emisi. Sementara itu bunga yang ditawarkan untuk obligasi tersebut mulai dari 6,5% sampai dengan 10,50% per tahun.

Lontar Papyrus telah memperoleh peringkat “idA(Single A) dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atas obligasi tahap kedua yang akan diterbitkan. Sejumlah pihak yang ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi di antaranya adalah Aldiracita Sekuritas, BCA Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, Indo Premier, Mandiri Sekuritas, RHB Sekuritas, Sucor Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas.

Baca Juga :  Kemenperin: Pabrik Kertas Pindo Sesuai Standar Lingkungan

Dalam prospektus yang telah disampaikan, Lontar Papyrus akan mengalokasikan seluruh dana hasil penerbitan obligasi untuk membayar angsuran pokok pinjaman, kupon obligasi, hingga pelunasan sukuk.

Pemesanan pembelian obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya sebesar satu satuan perdagangan sebesar Rp5 juta dan/atau kelipatannya. Sesuai dengan POJK No. 7/2017 dan POJK No. 49/2020, dalam rangka penerbitan Obligasi Berkelanjutan, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari Pefindo idA (Single A).

“Dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi setelah dikurangi dengan biaya-biaya Emisi, seluruhnya akan dipergunakan untuk pembayaran utang Perseroan berupa pembayaran angsuran pokok pinjaman dan/atau bunga, pembayaran kupon obligasi dan pelunasan Sukuk Mudharabah,” tulis prospektus.

Baca Juga :  Peneliti Kelelawar Kamboja Melacak Asal Usul Covid-19

Sedangkan penjamin pelaksana emisi obligasi ialah PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT BCA Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas PT RHB Sekuritas Indonesia, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.@

Bs/fd/timEGINDO.co

 

Bagikan :