LKBI: Borobudur Tempat Melestarikan Ajaran Agama Buddha

Dr. Rusli Tan SH, MM
Dr. Rusli Tan SH, MM

Jakarta | EGINDO.co – Candi Borobudur benar benar satu tempat yang melestarikan ajaran agama Buddha dengan sangat baik. Candi Borobudur itu dengan sangat singkat, sederhana bisa mengukir semua ajaran Sang Buddha di batu-baru dengan baik dan pada abad saat pembangunannya tidak bisa membayangkan bagaimana pembangunannya.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia (LKBI) Dr. Rusli Tan, SH, MM kepada EGINDO.co Minggu (5/6/2022) di Jakarta tentang Pemerintah menaikkan harga tiket masuk Candi Borobudur menjadi Rp750 ribu untuk turis lokal dan USD 100 untuk turis mancanegara.

Menurutnya cara bekerja dalam pembangunan Candi Borobudur sangat luar biasa, karena pada waktu itu tidak ada traktor, tidak ada kren, tidak ada universitas arsitek. “Dalelama dahulu datang ke Candi Borobudur dari Tebet, Lim Po Che mengatakan dan semua mereka mengatakan Candi Borobudur itu melestarikan ajaran Buddha dengan baik. Ini Luar biasa, orang yang hidup sederhana bisa membangun bangunan yang luar biasa dan ini harus dilestarikan,” katanya.

Baca Juga :  AS Peringatkan Perusahaan China Agar Tidak Membantu Rusia

Ditegaskannya Unesco saja dahulu waktu mau pemugaran saja tidak berhasil, karena batu-batu yang ada luar biasa dan tidak dtemukan pada zaman sekarang. “Mengapa ini tidak diangkat pemerintah sehingga bisa seperti di Bangkok, bisa memeditasi satu juta orang, berapa banyak uang yang diperoleh. Hal ini harus juga dilakukan di Borobudur milik Indonesia,” katanya.

Dipastikannya, jika tempat religi semua orang akan pergi seperti Eropah, Kristen, Katholik datang. Kemudia ke Mekkah, puluhan juta orang mau datang, terpaksa diberi kuota kepada setiap negara,”Ada uang belum bisa datang karena ada pembatasan kuota maka yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini bagaimana Borobudur menjadi tujuan dari semua lapisan negara di dunia ini,” katanya.

Baca Juga :  Soal Impor Mobil Listrik Bebas Pajak, Ini Kata Para Pakar

Rusli Tan yang juga seorang pengamat sosial, politik dan ekonomi kemasyarakatan mengatakan harusnya pemerintah melestarikannya dan mengajak berbagai lapisan masyarakat Indonesia dan masyarakat dunia untuk datang, tidak harus membuat tiket masuk yang begitu mahal sehingga membuat pengunjung jadi sepi dan bila sepi maka berbagai usaha penunjang seperti UMKM, travel dan lainnya akan mati.

Menurutnya yang penting dilakukan pemerintah bagaimana agar Borobudur itu menjadi tujuan semua negara ke Indonesia seperti Eropah dan Arab. Adanya tarif yang begitu mahal nantinya membuat wisata relegi ke Borobudur akan berkurang, terutama di dalam negeri dan berimbas juga kepada turis mancanegara, akibatnya roda perekomonian di kawasan Borobudur akan sulit berkembang.

Baca Juga :  Plaza Indonesia Bantah Kabar Penjualan Hotel Grand Hyatt Jakarta Rp12,5 T

Rusli Tan meminta agar pemerintah bekerja professional dengan menempatkan para pejabat yang memang kredibel dibidangnya seperti masalah wisata relegi ditangani menteri agama, menteri pariwisata dan jangan yang bukan pada bidannya sehingga keputusan yang diambil menjadi kurang tepat dan bisa merugikan banyak pihak.@

fd/TimEGINDO.co

 

Bagikan :
Scroll to Top