Chicago, IL | EGINDO.co – Setidaknya lima orang tewas ketika sebuah pesawat kargo Amazon Prime Air melampaui batas landasan pacu dan jatuh saat mendarat di Bandara Internasional Miami pada hari Minggu (6 September), menurut keterangan pejabat setempat.
Penerbangan Prime Air 7598 melampaui batas landasan pacu diagonal bandara sesaat sebelum pukul 14.00 waktu setempat (EDT) dan menabrak sejumlah kendaraan di darat, ungkap para pejabat dalam konferensi pers pada Minggu sore.
Amazon dan Departemen Penerbangan Miami-Dade sebelumnya mengonfirmasi bahwa insiden terjadi saat pesawat sedang berupaya mendarat.
Lima orang juga terluka dalam kecelakaan tersebut, termasuk tiga orang yang berada dalam kondisi kritis, kata Kepala Pemadam Kebakaran Miami-Dade, Ray Jadallah. Setidaknya dua orang terjebak di dalam kendaraan yang tertabrak pesawat, sementara pilot dan kopilot terjebak di dalam pesawat akibat kecelakaan itu, ujar Jadallah.
Para pejabat menolak untuk mengungkap identitas korban tewas.
Lebih dari 60 unit penyelamat dan sekitar 200 personel dikerahkan untuk menangani insiden tersebut, demikian pernyataan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Miami-Dade. Hingga sore hari, petugas darurat masih menangani kebocoran bahan bakar yang aktif dari pesawat, kata Jadallah.
Meskipun bandara sempat menghentikan seluruh penerbangan segera setelah kecelakaan, dua dari empat landasan pacunya telah dibuka kembali pada Minggu malam.
Pesawat tersebut adalah Boeing 767-300 yang terbang dari San Juan, Puerto Riko, menurut Federal Aviation Administration (FAA). Maskapai kargo 21 Air mengoperasikan pesawat itu untuk Amazon, kata juru bicara Amazon dalam sebuah pernyataan.
Maskapai kargo tersebut tidak segera menanggapi surel yang meminta komentar.
Foto-foto Reuters setelah kecelakaan memperlihatkan pesawat jet tersebut dengan bagian hidung menyentuh tanah dan bagian ekor terangkat ke atas. Sisi kanan pesawat tampak memiliki bekas hangus.
Amazon masih mengumpulkan rincian mengenai kejadian tersebut, kata juru bicara perusahaan, Kelly Nantel. “Kami bekerja sama erat dengan pihak berwenang dan pejabat setempat untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Nantel dalam sebuah pernyataan. “Saat ini, prioritas utama kami adalah keselamatan, kesejahteraan, dan perawatan semua pihak yang terlibat.” Federal Aviation Administration menyatakan akan menyelidiki kecelakaan tersebut.
Insiden hari Minggu itu bukanlah kali pertama pesawat Amazon Prime Air terlibat dalam kecelakaan fatal. Pada Februari 2019, penerbangan Atlas Air 3591—sebuah pesawat kargo Boeing 767-300 yang beroperasi untuk Amazon Prime Air dengan rute Miami ke Houston—mengalami penurunan ketinggian secara cepat dan jatuh di Trinity Bay. Ketiga orang di dalam pesawat tersebut tewas.
Sumber : CNA/SL