Lebih 52 Juta Peserta BPJS Kesehatan Dalam Kondisi Nonaktif

BPJS
BPJS Kesehatan

Jakarta | EGINDO.co – Lebih dari 52 juta peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam kondisi non aktif.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (26/9/2023) dimana Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) mencatat, jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan non aktif per Agustus 2023 mencapai 52,3 juta jiwa.

Ketua DJSN Agus Suprapto dalam RDP bersama Komisi IX DPR RI mengatakan, jumlah peserta non aktif meningkat jika dibandingkan dengan peserta non aktif pada 2022 lalu. Dijelaskannya pada tahun 2022 lalu, jumlah  peserta non aktif BPJS Kesehatan mencapai 44,4 juta jiwa atau 18% dari total kepesertaan. Peserta non aktif sebanyak 44,4 juta atau 18% dari total kepesertaan pada tahun 2022 lalu sedangkan pada Agustus 2023 ada sebanyak 52,3 juta.

Baca Juga :  Telah Terbit Aturan Pengguna Listrik PLTS Atap, Apa Isinya

Sementara itu tahun 2022 cakupan kepesertaan JKN sampai dengan bulan Desember 2022 mencapai 90,34% dari total populasi Indonesia dan untuk peserta aktif tahun 2022 sebesar 82,15% dari cakupan peserta. Total cakupan kepesertaan sebesar 53,44% berasal dari peserta segmen Penerima  Bantuan Iuran (PBI) dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda.

Dari kondisi yang ada menurut Agus perlu adanya perluasan cakupan kepesertaan khususnya pada segmen Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU BU), dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Katanya DJSN memberikan rekomendasi agar ada optimalisasi perluasan cakupan kepesertaan melalui peningkatan cakupan pada segmen PBPU dan PPU BU. Koordinasi dan advokasi dengan kebutuhan lembaga untuk pemadanan, integrasi dan pemutakhiran data sebagai data potensi rekrutmen peserta JKN akan dilakukan.@

Baca Juga :  BKM Pusat Siapkan Program Pemberdayaan Masjid Di Indonesia

Bs/timEGINDO.co

Bagikan :