Layanan Perbankan Digital DBS Down; ATM Terpengaruh

Layanan perbankan digital DBS down
Layanan perbankan digital DBS down

Singapura | EGINDO.co – Layanan perbankan dan pembayaran online DBS tidak aktif pada hari Sabtu (14 Oktober), dengan pesan kesalahan ditampilkan di ATM di beberapa lokasi.

Pemadaman dimulai sekitar pukul 15.00 pada hari Sabtu, dan bank meminta maaf sekitar pukul 16.40 melalui postingan Facebook setelah berbagai keluhan.

Dalam postingan Facebook lainnya sekitar pukul 18.08, bank tersebut mengatakan pihaknya memperkirakan akan “memulihkan layanan secara progresif” mulai pukul 19.00.

“Investigasi kami menunjukkan bahwa gangguan layanan disebabkan oleh masalah pada pusat data yang juga digunakan oleh berbagai organisasi lain,” kata DBS.

“Kami melakukan yang terbaik untuk beralih ke pusat data cadangan kami.”

Semua cabangnya telah dibuka kembali, kecuali yang ada di Tampines Central, Tampines One dan White Sands.

“Kami meminta kesabaran Anda saat kami memulihkan layanan kami. Yakinlah bahwa sistem kami tidak dapat dikompromikan, dan (uang) serta simpanan Anda tetap aman.”

Baca Juga :  Jokowi: Uni Eropa Resesinya Kapan? Tinggal Tunggu Saja

Downdetector menunjukkan lonjakan laporan tentang DBS, dengan lebih dari 3,500 laporan pada pukul 15.50.

Grafik dari situs Downdetector menunjukkan pemadaman DBS pada 14 Oktober 2023.

Upaya untuk masuk ke layanan perbankan digital DBS sekitar pukul 16.40 menghasilkan pesan kesalahan: “Kami mengalami lalu lintas yang padat ke layanan kami. Anda akan segera dialihkan. Alternatifnya, silakan masuk nanti.”

PayLah DBS! layanan juga turun.

Downdetector juga menunjukkan lonjakan laporan antara lain untuk WhatsApp, Facebook, Instagram.

Lusinan pengguna mengomentari postingan Facebook terbaru DBS yang mengeluhkan pemadaman listrik.

Melvin Emmanuel Chan menulis: “Tidak dapat membayar melalui kartu kredit atau debit DBS…PayNow dan NETS juga tidak berfungsi.”

Baca Juga :  Takayuki Nishigaya Pelatih Sepak Bola Singapura Yang Baru

Pengguna lain mengatakan: “Terjebak di tengah-tengah transaksi. Telah menunggu lebih dari 30 menit hingga masalah aplikasi terselesaikan. Apa yang terjadi???!!!”

Hui Chi menulis: “Saya tidak bisa membayar (di) salon setelah saya mengeriting rambut, untungnya mereka mengenal saya dengan baik dan membiarkan saya pergi. Semoga masalah ini segera teratasi!”

“Dear DBS, saya bahkan tidak bisa menggunakan PayNow, PayLah! dan kartu kredit untuk membeli makanan. Lalu saya memutuskan untuk pergi ke ATM. Tapi semua mesin ATM sedang offline. Solusi satu-satunya adalah menggunakan voucher CDC untuk melakukan pembayaran,” tulis Iman Lim.

ATM DBS juga terkena dampak pemadaman ini. Pesan kesalahan pada mesin berbunyi: “Terminal ini sedang offline untuk sementara.”

Menanggapi pertanyaan CNA, Citibank mengatakan bahwa mereka mengalami “pemadaman sementara” pada layanan perbankannya dan telah mulai memulihkan layanan secara bertahap.

Baca Juga :  ICO-SEID, Cari Solusi Kurangi Emisi Karbon Sektor Energi

“Kami meminta maaf kepada pelanggan kami atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tambahnya.

UOB mengatakan seluruh layanan digital dan ATMnya berfungsi seperti biasa. OCBC mengatakan kepada CNA bahwa pihaknya tidak mengalami pemadaman listrik apa pun.

Ini bukan pertama kalinya DBS menghadapi gangguan pada layanan perbankan online dan pembayaran mereka.

Setelah dua gangguan dalam kurun waktu sekitar dua bulan pada awal tahun ini, Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada bulan Mei memberlakukan persyaratan modal tambahan kepada DBS.

Pada bulan Mei, CEO DBS Piyush Gupta meminta maaf atas gangguan tersebut dan mengatakan bahwa tinjauan komite dewan khusus akan diselesaikan “sebagai prioritas utama”.

Sumber : CNA/SL

Bagikan :