Austin, TX | EGINDO.co – Oracle pada hari Sabtu menyatakan bahwa salah satu pendiri sekaligus ketua eksekutifnya, Larry Ellison, telah membatalkan rencana penjualan hingga 50 juta saham Oracle, yang bernilai sekitar $7,5 miliar berdasarkan harga penutupan hari Jumat.
Dalam dokumen yang dilaporkan kepada regulator pada hari Jumat, Oracle mengungkapkan bahwa Ellison telah menetapkan rencana perdagangan tersebut pada 22 Juni 2026, dengan jadwal berakhir pada 24 Oktober 2026.
“Tidak ada saham Oracle yang dijual berdasarkan rencana tersebut, dan ia tidak memiliki rencana lain untuk menjual saham Oracle miliknya,” ujar Oracle pada hari Sabtu.
Saham Oracle mengalami tekanan berat tahun ini akibat kekhawatiran investor yang meningkat terkait lonjakan belanja modal yang membebani arus kas bebas perusahaan.
Harga sahamnya telah turun hampir 23 persen sepanjang tahun ini dan berada lebih dari 18 persen di bawah level penutupan pada 18 Juni—hari perdagangan terakhir sebelum Ellison menetapkan rencana tersebut.
Oracle tidak memberikan alasan mengenai pembatalan rencana perdagangan Ellison.
Ellison, yang kini berusia 82 tahun, pernah menjabat sebagai CEO Oracle hingga tahun 2014 dan merupakan pemegang saham terbesar perusahaan dengan kepemilikan lebih dari 38 persen, menurut data LSEG.
Sebelumnya pada minggu yang sama, Oracle melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui perkiraan Wall Street serta penggunaan kas yang lebih rendah dari dugaan. Hal ini meredakan sebagian kekhawatiran mengenai belanja besar-besaran yang didanai utang dan memicu lonjakan harga saham pada hari Jumat.
Namun, pergerakan saham kemudian berbalik arah setelah para analis menyatakan bahwa pemulihan arus kas masih membutuhkan waktu cukup lama.
Perusahaan juga mengumumkan bahwa biaya restrukturisasi—bagian dari rencana yang mencakup pengurangan jumlah karyawan—akan meningkat sekitar $700 juta.
Sumber : CNA/SL