Langkah Kerjasama APP Group dan BRIN Budidaya Perikanan

Team Speectra BRIN dan PT Arara Abadi-APP melakukan survey penentuan titik program di Perairan Sungai Mandau Kabupaten Siak Provinsi Riau (Foto: dok Arara Abadi-APP)
Team Speectra BRIN dan PT Arara Abadi-APP melakukan survey penentuan titik program di Perairan Sungai Mandau Kabupaten Siak Provinsi Riau (Foto: dok Arara Abadi-APP)

Jakarta | EGINDO.co – Kerjasama APP Group dan BRIN dalam budidaya perikanan merupakan langkah strategis menuju peningkatan ekonomi berkelanjutan. Kerjasama strategis antara APP Group dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang dilakukan telah menghasilkan kemajuan dalam pengembangan budidaya perikanan dan pelestarian ikan lokal di wilayah unit usaha dan mitra pemasok APP Group, PT Arara Abadi dan PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) di Kampar, Riau.

Siaran pers Arara Abadi-APP yang dilansir EGINDO.co menyebutkan inisiatif itu merupakan bagian dari upaya memajukan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) sebagai program pencegahan Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Riau dan pengelolaan perairan dan perikanan darat yang berkelanjutan yang mana salah satunya dengan Program Perikanan SEECTRA.

Koordinator Peneliti Program Spectra APP-BRIN Kurniawan, yang juga turut survey ke lapangan pada akhir November 2023 lalu ke areal Sungai Mandau Kabupaten Siak Provinsi Riau menjelaskan Speectra (Special Area for Conservation and Fish Refugia) sebagai salah satu upaya mengatasi penurunan populasi dan terancam punahnya ikan lokal. Speectra sebagai suatu bentuk modifikasi lahan rawa yang mengutamakan konservasi dan sebagai tempat refugia rawa banjiran.

Baca Juga :  Kesetaraan Gender Memperkuat Aksi Mitigasi Perubahan Iklim

Sistem Speectra diharapkan menjadi suaka perikanan buatan yang menjadi tempat perlindungan ikan (spawning, nursery dan feeding ground) serta menjadi cadangan produksi ikan, kerjasama BRIN dengan APP pada areal operasional PT Arara Abadi itu meliputi pembangunan riset speectra untuk pengelolaan sumber daya air dan perairan di sekitaran Sungai Mandau Kabupaten Siak.

“Kami telah menginisiasi kerjasama dengan masyarakat untuk pengembangan konservasi perairan darat yang berkelanjutan, fokus pada pengelolaan plasma nutfah ikan lokal. Survei biodiversitas perikanan di Sungai Mandau merupakan bagian dari upaya ini,” kata Kurniawan.

Ditambahkan Kurniawan bahwa beberapa teknologi BRIN juga sudah dipatenkan dan dikembangkan kepada masyarakat, termasuk sistem ‘Culture based fishery’ yang memanfaatkan kondisi alami sungai, seperti banjir, untuk membantu ikan memijah di area rawa banjiran.

Baca Juga :  LPPPI Dan MUI Tanjung Jabung Barat Pelatihan Urus Jenazah

“Kegiatan ini bertujuan untuk mitigasi kebakaran, penyelamatan ikan lokal, dan sumber pangan bagi petani sekitar,” ungkap Kurniawan.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Evy Ayu Arida, mengatakan berkomitmen pihaknya untuk meningkatkan peran perempuan didunia perikanan dan berfokus pada penelitian hewan, termasuk ikan lokal. Kerjasama yang melibatkan BRIN, APP, perguruan tinggi dan juga praktisi, diharapkan tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi, tapi juga memajukan pengelolaan lingkungan yang lestari.

“Kami merasa optimis karena paling tidak empat pemangku kepentingan sudah bersama-sama mengusung program ini, dari empat elemen ini saya merasa optimis dalam tiga tahun kedepan ikan darat bukan jadi sesuatu yang langka di tempatnya sendiri tapi menjadi yang mewarnai di Provinsi Riau,” katanya.

Baca Juga :  Harga Pulp Dunia Pemulihan, Konsumsi Kertas Dunia Meningkat

Sementara itu Head of Corporate Social and Community Engagement Division APP Forestry Agung Wiyono menyatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama strategis itu dengan BRIN. “Kami yakin bahwa ini akan membawa manfaat nyata dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, serta dalam pelestarian lingkungan. Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam inovasi dan pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor perikanan,” katanya.@

Rel/fd/timEGINDO.co

Bagikan :