Lailatul Qadr, Rahasia Allah Dan Kita

lai
Lailatul Qadar

Oleh: Fadmin Prihatin Malau

Sejak masa kanak-kanak penulis terobsesi dengan malam Lailatul Qadr sebab ilmu yang penulis terima dari para guru mengaji menjelaskan tentang tanda-tanda malam Lailatul Qadr itu. Tanda-tanda yang dijelaskan guru mengaji sangat berkaitan dengan kondisi alam sekitar seperti udara tidak panas dan tidak dingin. Langit tidak berawan dan tidak hujan, air laut terlihat jernih dan lainnya.

Ketika masa kanak-kanak penulis selalu memperhatikan alam sebagaimana yang dijelaskan guru mengaji ketika malam-malam ganjil bulan Ramadan. Sampai hari ini penulis terus terobsesi dengan apa yang dijelaskan guru mengaji penulis itu.

Pertanyaan kami ketika masih kanak-kanak kepada guru mengaji itu sesungguhnya sebuah pertanyaan yang sangat sulit untuk menjawabnya dan jawaban dari tanda-tanda malam  Lailatul Qadr itu tidak sederhana itu.

Jelasnya malam Lailatul Qadr itu merupakan rahasia Allah SWT kepada umat Islam yang beriman dan kepada hamba-hamba Allah SWT yang sholih. Tanda-tanda malam Lailatul Qadr udara tidak panas dan tidak dingin. Kemudian langit tidak berawan dan tidak hujan, air laut terlihat jernih.

Tanda-tanda alam pada malam Lailatul Qadr itu tentunya secara umum pasti bisa dirasakan oleh semua manusia. Misalnya kini cuaca panas, baik pada malam hari apa lagi pada siang hari sampai mencapai 36 derejat Celcius dan itu dirasakan oleh semua orang.

Apakah sesungguhnya yang demikian? Jawabnya pasti tidak. Malam Lailatul Qadr merupakan peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadan. Hal ini pasti sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al Qadr ayat 1 sampai dengan 5 yang artinya, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Artinya, pada malam Lailatul Qadr itu turun malaikat-malaikat. Berarti banyak malaikat turun ke bumi dan juga turun malaikat Jibril atas izin Allah SWT untuk mengurus segala urusan di bumi.

Surah Al Qadr yang berisi 5 ayat saja dan ayat yang ke-5 artinya, “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Kesejahteraan bisa diartikan kebahagiaan bagi mereka yang mendapatkan anugrah malam Lailatul Qadr itu yang nilainya sama dengan beribadah selama selama seribu bulan atau 72 tahun. Artinya lagi beribadah selama 72 tahun sudah jelas selama hidup manusia yang mendapatkan anugrah malam Lailatul Qadr itu sebab umur manusia rata-rata 65 tahun.

Malam Lailatul Qadr malam yang lebih baik dari seribu bulan atau 72 tahun. Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Abu Dawud, menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah ditanya para sahabat tentang Lailatul Qadr. Beliau menjawab: “Lailatul Qadr ada pada setiap bulan Ramadan,”  (HR Abu Dawud).

Kapan itu Malam Lailatul Qadr? Tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti kapan terjadinya Lailatul Qadr, akan tetapi pada setiap bulan Ramadan. Namun, Rasulullah Muhammad SAW memberikan isyarat tentang waktu malam Lailatul Qadr dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya, “Carilah Lailatul Qadr itu pada sepuluh hari terakhir Ramadan.” (Riwayat Muttafaqun alaihi dari Aisyah radliallahu anha).

Hadist ini diperkuat dengan apa yang dikatakan Aisyah radliallahu anha tentang malam Lailatul Qadr. Aisyah radliallahu anha berkata, “Bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, Rasulullah Muhammad SAW mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli isterinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Malam Lailatul Qadr itu sepuluh hari terakhir Ramadan. Lebih tegas lagi dalam shahihain disebutkan, dari Aisyah radliallahu anha berkata: “Bahwasanya Nabi Muhammad SAW senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadan, sampai Allah mewafatkan beliau.”

Dari sepuluh hari terakhir Ramadan lebih mengerucut lagi yakni hadist Nabi Muhammad SAW yang artinya, “Carilah Lailatul Qadr itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan),”  (HR Bukhari dari Aisyah radliallahu anha).

Semakin jelas tentang malam Lailatul Qadr meskipun tidak dijelaskan tanggal yang pasti pada bulan Ramadan turunnya malam Lailatul Qadr. Hal ini karena sesungguhnya malam Lailatul Qadr itu rahasia Allah SWT kepada umat Islam yang beriman.

Namanya rahasia Allah SWT tentunya memiliki hikmah yang luar biasa sebab umat Islam yang beriman akan tetap istiqomah menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan semua yang dilarang Allah SWT.

Umat Islam yang beriman sudah pasti terus beribadah mencari rahmat dan ridha Allah SWT bukan semata-mata menanti kapan malam Lailatul Qadr itu turun ke bumi. Umat Islam yang beriman pasti total beribadah kepada Allah SWT bukan karena yang lain selain Allah SWT.

Rahasia Allah Kepada Manusia

Tanda-tanda malam Lailatul Qadr itu dalam kitab Mu’jam At Thabari Al Kabir menyebutkan bahwa Rasulullah Muhammad SAW bersabda yang artinya, “Pada saat Lailatul Qadr itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.”

Tanda-tanda alam itu merupakan rahasia Allah SWT sebab bukan tanda-tanda alam yang bisa dirasakan oleh semua manusia seperti kini suhu cuaca panas. Akan tetapi tanda-tanda alam yang hanya bisa dirasakan dan dilihat oleh umat Islam yang beriman. Tidak semua umat manusia bisa merasakan dan melihat tanda-tanda alam itu.

Tanda-tanda turunnya malam Lailatul Qadr itu dalam hadist riwayat Imam Ahmad, dalam hadist riwayat Muslim dijelaskan tanda-tanda turunnya malam Lailatul Qadr bahwa pada malam hari itu langit terlihat bersih, tidak berawan, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas. Sementara pada hari itu matahari bersinar tidak terlalu panas dengan cuaca sangat sejuk.

Sudah pasti tanda-tanda alam turunnya malam Lailatul Qadr bukan kondisi alam yang bisa dirasakan dan dilihat oleh semua manusia di bumi ini. Hal itu karena rahasia Allah SWT khusus kepada umat Islam yang beriman.

Dipastikan rahasia Allah SWT kepada umat Islam yang beriman dapat dimaknai dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah Lailatul Qadr, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, “Berdoalah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku),” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Lagi terlihat jelas rahasia Allah SWT tentang malam Lailatul Qadr itu. Rahasia malam Lailatul Qadr itu terungkap kepada umat Islam yang beriman dengan implementasi ibadahnya selama bulan Ramadan yakni salat fardhu lima waktu berjama’ah, selalu melaksanakan salat malam atau qiyamul lail, banyak membaca Al-Qur’an secara tartil, banyak istighfar, dzikir dan banyak berdoa. Sesungguhnya malam Lailatul Qadr itu rahasia Allah SWT kepada kita dan bagaimana kita menyikapinya.

***